11.306 Pasukan Gabungan Jaga Nataru di Jawa Timur

Ilustrasi tahun baru. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur akan menjaga ketat perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru kali ini. Sebanyak 11.306 personil gabungan sudah disiapkan untuk mengamankan dua momen besar tersebut di 38 kabupaten/kota di Jatim.

Total tersebut terbagi dari 9.940 personel kepolisian, 1.863 personel TNI, 3.346 personel pemerintah daerah, dan elemen masyarakat yang mengerahkan 2.757 personel.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta mengatakan, dalam pengamanan dua momen tersebut ada dua fokus yang menjadi prioritas pengamanan. Pertama, pengamanan berkaitan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Nico mengaku, Forkopimda Jatim tidak ingin lagi lonjakan kasus Covid-19 yang selalu terjadi dalam momen libur peringatan hari besar. Meskipun kondisi yang ada berdasar asesmen level yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menunjukkan kasus Covid-19 sudah melandai sejak beberapa bulan lalu.

Untuk itu, pengamanan akan dilakukan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 67 Tahun 2021 tentan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, 2, 3 di Jawa dan Bali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi, saat ini sudah banyak warga yang mulai abai prokes karena kasus yang melandai.

“Hal ini terlihat dari banyaknya kerumunan massa di beberapa lokasi seperti mal, tempat hiburan, dan lokasi publik lainnya. Bahkan, beberapa lokasi tersebut sudah abai terhadap aplikasi PeduliLindungi, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kluster-kluster penyebaran covid-19 di ruang publik,” kata Nico.

Ditambah lagi, lanjut mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu, saat ini telah ditemukan virus varian baru yaitu Omicorn yang sudah masuk ke wilayah Indonesia.

“Kebijakan tersebut di keluarkan dengan tujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat terutama pada saat libur Natal 2021 dan tahun baru 2022. Sehingga, diharapkan pasca libur Nataru 2021 tidak terjadi ledakan penyebaran ovid-19 seperti yang dikhawatirkan oleh para ahli epidemiologi,” lanjutnya.

Namun yang paling penting, menurutnya, upaya ini harus mendapat dukungan dari masyarakat karena kasus Covid-19 tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah, aparat, maupun tenaga kesehatan. Upaya pencegahan dengan kesadaran masyarakat pada prokes menjadi kunci menekan kasus Covid-19.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.