154 Obyek Wisata Dibuka, Jumlah Wisatawan Masih Sedikit

  • Bagikan
Gunung Bromo,salah satu destinasi wisata andalan Jatim. (Foto: Istimewa)


Ketua Ajang Silaturahmi Pariwisata (Asipa) Jawa Timur Isroni Haryanto mengatakan, sejak Juli hingga Agustus belum banyak warga yang memilih untuk berwisata.

Asipa merupakan forum yang mempertemukan tour and travel organizer, bersama pemilik maupun pengelola tempat wisata di Jawa Timur. “Belum banyak. Kami juga nurut sama pemerintah,” katanya, Sabtu, 25 September 2021.

Dia mengaku senang dengan informasi bahwa ada 154 tempat yang boleh buka. “Tempat wisata yang sudah dibuka masih belum banyak. Terutama di daerah Batu dan Pacet. Masih tutup,” kata Isroni Haryanto.

Untuk warga yang melakukan wisata secara rombongan, lanjut Isroni Haryanto, belum terlalu banyak bahkan tidak ada. Rata-rata warga masih ragu. “Belum banyak peminatnya. Sampai sekarang masih ragu-ragu untuk wisata bersama,” katanya.

Salah satu penyebabnya, menurut Isroni Haryanto, karena banyak persyaratan yang harus dilakukan. Minimnya informasi dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun stakeholder terkait, juga membuat industri pariwisata tidak bisa berjalan.

Di samping itu, persyaratan yang diberikan banyak memberatkan, sehingga pelaku usaha wisata enggan untuk membuka usahanya.

Seperti diungkapkan Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, Sujud Hariadi beberapa waktu lalu, bahwa membatalkan rencana operasi taman rekreasi Selecta, meski sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Alasannya, syarat yang diberikan memberatkan.

“Ada beberapa syarat yang cukup berat bagi kami, sehingga kami memutuskan untuk tidak mengikuti uji coba pembukaan di level tiga ini,” katanya dikutip Antara.

Menurut Sujud, ada dua alasan yang membuat mereka tak bersedia membuka tempat wisatanya. Pertama karena wisatawan yang masuk harus menggunakan sertifikat vaksinasi atau aplikasi PeduliLindungi.

Sementara, anak-anak di bawah usia 12 tahun masih belum tervaksin covid-19. Padahal pasar Taman Rekreasi Selecta adalah keluarga, terutama anak-anak di bawah 12 tahun.

“Usia 12-70 tahun saja yg diperkenankan, di bawah 12 tahun atau di atas 70 tahun enggak boleh masuk. Itu yang memberatkan kami,” ujar dia.

Selain itu, persyaratan yang melarang kolam renang wahana air untuk beroperasi juga menguatkan tekad Taman Rekreasi Selecta untuk tidak ikut uji coba operasional.

“Wahana air tidak diperbolehkan beroperasi di masa uji coba. Itu juga memberatkan kami karena atraksi utama kami adalah water park, selain taman bunga dan wahana permainan,” kata Sujud.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah mengungkapkan, ada 154 tempat wisata di Jawa Timur sudah dibuka. Pembukaan itu menyusul kondisi Covid-19 yang terus menurun dan melandai.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *