200 Warga Penderita Gangguang Jiwa di Kota Kediri Akan Divaksin

  • Bagikan
Ilustrasi ODGJ. Salah satu ODGJ yang dipasung dilepaskan oleh petugas Dinsos Kota Kediri. (Foto: Istimewa)


Kurang lebih 200 warga Kota Kediri yang mengalami ganguan jiwa (ODGJ) telah diusulkan untuk divaksin. Kegiatan vaksinasi khusus bagi ODGJ ini rencananya akan berlangsung di sejumlah puskesmas di Kota Kediri.

Menurut keterangan Sumarni selaku Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Kediri, meski sudah ada data yang disetor ke Dinsos pihaknya masih terus melakukan upaya pendataan terhadap mereka, agar masuk dalam data penerima vaksin.

Bagi mereka yang masuk dalam data penerima vaksinasi, nantinya akan dipanggil dikumpulkan di suatu tempat. Mereka yang tidak datang akan dijemput oleh pendamping ODGJ  dibawah ke Puskesmas. Sebaliknya petugas medis dari Puskesmas akan  jemput bola mendatangi di kediaman penderita ODGJ.

“Ini masih kita data, kita usulkan kira-kira yang bisa divaksin. Karena bagi yang aktif, kemungkinan tidak bisa kita vaksin, yang bisa divaksin mereka yang kondisi piskologisnya sudah bagus. Meskipun aktif jika masih bisa diarahkan, nanti juga kita daftarkan,” ungkapnya, Senin 31 Mei 2021.

Masih kata Sumarni, mereka yang sudah terdata ini merupakan usulan dari masing masing pendamping ODGJ yang tersebar di tiga wilayah kecamatan. Setelah data terkumpul, selanjutnya diajukan ke Dinas Kesehatan.

“Ada tiga pendamping ODGJ per kecamatan yang mengusulkan. Tetapi Dinkes sendiri sudah bertindak melalui puskesmas,” terangnya.

Yang kita usulkan mungkin  200 orang ODGJ, karena dari 500 sekian, tercatat ada yang meninggal dunia, ada yang diketahui berasal dari Kabupaten, dan juga sebelumnya ternyata sudah  ada yang divaksin,” ujarnya.

Selain ODGJ, Dinsos Kota Kediri juga menerima usulan dari masing masing pihak perangkat kelurahan terkait warga terlantar dan mengalami keterbelakangan mental agar dimasukkan dalam database penerima vaksin.

“Makanya ini saya kumpulkan, nantinya mereka masuk dalam kategori ODGJ atau difabel (keterbelakangan mental). Kalau yang didata oleh pendamping sudah jelas gangguan jiwa,” tutur Sumarni.

Data yang sudah terkumpul sudah diserahkan ke Dinkes pada tanggal 24 Mei 2021 lalu. “Kalau nggak salah, sebelum data saya kirim, ternyata sudah ada yang divaksin. Ternyata oleh pendamping ODGJ serta tim reaksi cepat sudah dibawa ke puskesmas,” jelas Sumarni.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *