7 Ribu Vaksin di Malang Bakal Kedaluwarsa, Pemkot Lakukan Ini

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dokter Husnul Mu'arif saat berada di Mini Block Office (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

[ad_1]

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada sebanyak 7 ribu vaksin yang memasuki masa expired atau kedaluwarsa pada Februari, 2022, bulan depan. Sementara itu jumlah total stok vaksin yang tersedia sebanyak 70 ribu dosis. Sebanyak 50 ribu dosis di antaranya merupakan vaksin booster.

Kepala Dinkes Kota Malang, dokter Husnul Mu’arif mengatakan bahwa, sejumlah vaksin expired itu bakal dihabiskan pada Januari 2022, ini. Apalagi kata dia saat ini Kota Malang tengah melakukan vaksinasi kepada anak dengan rentang usia 6 hingga 11 tahun.

“Vaksin anak di bawah usia 12 tahu kami sudah 70 persen. Mudah-mudahan dua pekan ke depan ini sudah sesuai rencana bisa selesai,” ujarnya pada Jumat 14 Januari 2022.

Husnul mengatakan pihaknya optimis jika sejumlah vaksin yang bakal memasuki masa expired tersebut persediaannya bakal habis sebelum waktu kedaluwarsa. “Karena vaksinasi per hari di Kota Malang berkisar antara 14 ribu hingga 15 ribu orang,” katanya.

Husnul mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan jika vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat dipastikan bukan yang telah melewati masa expired. “Artinya vaksin yang kami berikan kepada warga itu vaksin yang tidak expired. Jadi sudah kami cek terlebih dahulu,” ujarnya.

Terkait ketersediaan vaksin kata Husnul, pihaknya selalu melaporkan hal tersebut kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). “Itu (ketersediaan vaksin) sudah masuk catatan Kemenkes, berapa yang kami pakai, dan ada catatannya. Kementerian kesehatan tahu bagaimana pergerakan vaksin,” katanya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.