72 Pasien Pulang, 130 Orang Antre Masuk RSLI Surabaya

  • Bagikan
Penanggung Jawab RSLI, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara saat ditemui di RSLI, Surabaya, Kamis 1 Juli 2021.. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)


Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya memulangkan 72 pasien yang sudah dinyatakan negatif atau sembuh dari paparan virus corona atau Covid-19.

Penanggung Jawab RSLI, Laksamana Pertama TNI dokter I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara menyampaikan, 72 pasien ini dinyatakan sembuh sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Yakni, menjalani isolasi 14 hari, dinyatakan negatif 2x, serta gejala klinis sudah membaik.

“Alhamdulillah berkat tangan Allah melalui nakes kami menyebabkan pasien bisa kami selamatkan, meski desaturasi di bawah 80 persen bisa terselamatkan. Monitoring sangat ketat ini kuncinya,” kata Nalendra saat ditemui di RSLI, Surabaya, Kamis 1 Juli 2021.

Ia mengatakan, kasus yang ada saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Sebab, kini pasien yang terpapar beragam. Kemudian kondisi klinis yang berubah sangat cepat.

Nalendra mencontohkan beberapa kasus yang dirawat, pasien datang tanpa gejala namun dalam waktu dua hari muncul gejala bahkan ada yang sampai gejala berat.

Tim dokter akhirnya menyimpulkan bahwa sudah banyak pasien dengan varian baru, terutama kasus dengan varian Delta B-1.617.2 asal India karena banyak pasien hasil RT-PCR dinyatakan memiliki CT Value di bawah 25.

“Beda dengan sebelum varian Delta masuk. Begitu enak kami ngerawat dan pulangkan, nah sekarang pasien di sini awalnya tidak apa-apa tapi tiba-tiba memburuk. Kami juga sudah merujuk 309 pasien ke RS Rujukan karena kondisinya berat,” aku mantan Kepala RSAL dr Ramelan itu.

Walau sudah memulangkan 72 pasien, saat ini terdapat antrean pasien yang terpapar positif memesan bed sebanyak 130 orang. “Dengan inden seperti sekarang ini, kami usahakan bagaimana agar pasien cepat pulih dan memenuhi standar untuk dipulangkan,” pungkasnya.

Melihat kritisnya kondisi tambahan dan beratnya virus yang dihadapi, a berharap lonjakan kasus ini bisa segera berhenti. Caranya penanganan di hulu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *