8 Makanan Dilarang untuk Penderita Penyakit Jantung

  • Bagikan
Ilustrasi gorengan, salah satu makanan yang harus dihindari oleh penderita penyakit jantung. (Foto: Istimewa)


Mengatur pola makan sehat menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kesehatan jantung. Karena makanan yang tepat bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah dan kadar insulin, serta mencegah obesitas dan meningkatkan fungsi jantung dan pembuluh darah.

Selain membantu fungsi tubuh, ada juga makanan yang perlu dihindari, karena punya efek buruk pada tubuh yang akhirnya memicu risiko penyakit jantung. Ini dia 8 jenis makanan yang wajib dihindari penderita penyakit jantung.

1. Pasta, Nasi, dan Roti Putih

Makanan yang dihindari bagi penderita penyakit jantung yaitu nasi putih, roti putih, pasta, mi instan karena tidak memiliki kandungan serat, mineral dan nutrisi baik bagi jantung. Di samping itu, mengonsumsi terlalu banyak mi instan juga meningkatkan faktor risiko obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gula darah yang semuanya memicu penyakit jantung dan diabetes, berdasarkan studi oleh Harvard School of Public Health (HSPH).

Sebagai gantinya, penderita sakit jantung bisa beralih mengonsumsi nasi merah, quinoa, atau oatmeal yang rendah gula. Makanan pengganti tersebut mampu menekan kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Minuman Bersoda

Anda perlu membatasi minuman bersoda karena jenis minuman itu mengandung banyak gula. Jika asupan gula terlalu banyak, jumlah gula darah dalam tubuh Anda dapat melonjak. Hal itu dapat menekan pembuluh darah yang mana berpengaruh pada kesehatan jantung Anda.

3. Alkohol

Alkohol tidak selalu dijumpai dalam minuman. Beberapa makanan juga banyak yang menggunakan alkohol atau rhum sebagai campurannya. Jenis makanan yang mengandung alkohol ini berpotensi melemahkan otot jantung, sehingga sistemnya tidak dapat memompa aliran darah secara efektif. Oleh karenanya, makanan beralkohol sebaiknya tidak diberikan kepada penderita penyakit jantung.

4. Gorengan

Jenis gorengan apa saja termasuk makanan yang dilarang untuk penyakit jantung. Jenis makanan itu mengandung banyak lemak jenuh yang dapat meningkatkan jumlah kolesterol. Saat jumlah kolesterol tak terkontrol, tekanan darah menjadi terhambat sehingga meningkatkan risiko sakit jantung.

5. Daging Merah Berlemak

Makanan lain yang sebaiknya tak dikonsumsi oleh penderita penyakit jantung adalah daging merah berlemak. Mengutip dari Health Grades, jenis daging itu mengandung banyak lemak yang bisa memparah jumlah kolesterol dalam tubuh Anda.

Ilustrasi makanan cepat saji. (Foto: Istimewa)

6. Daging Olahan

Selain lemak dalam daging merah, daging olahan juga termasuk dalam makanan yang dilarang untuk penyakit jantung. Daging olahan yang ada di burger, hotdog, atau jenis makanan lain mengandung banyak natrium dan nitrat. Mengonsumsi terlalu banyak daging olahan mengakibatkan tekanan darah tinggi sulit terkontrol. Risiko serangan jantung pun tak dapat Anda hindari. Alih-alih mengonsumsi jenis daging tersebut, cobalah untuk makan daging dada ayam atau daging kalkun supaya lebih sehat.

7. Makanan Cepat Saji

Fast food atau makanan cepat saji seperti donat, pizza, burger, kentang goreng, es krim, rata-rata mengandung banyak gula, tinggi garam, dan lemak jenuh. Selain itu, hampir semua makanan cepat saji mengandung banyak karbohidrat tanpa diimbangi kandungan nutrisi yang cukup. Ketika mengonsumsi makanan cepat saji, kemungkinan besar karbohidrat makanan itu menghasilkan gula, lalu masuk ke aliran darah dan mengganggu kerja jantung semakin buruk.

8. Saus Mayones dan Butter

Saus mayones, butter, margarin, mengandung lemak trans yang bisa memperburuk kesehatan penyakit jantung. Lemak trans tinggi dalam butter, saus dressing dan sebagainya, termasuk jenis makanan yang sangat jelas bisa meningkatkan kolesterol jahat. Sebagai pengganti, Anda bisa gunakan minyak zaitun dengan batas konsumsi wajar dan tidak disarankan berlebih.

Selain makanan yang dihindari bagi penderita penyakit jantung, gaya hidup sehat harus diterapkan. Anda tetap perlu aktif bergerak serta mendapat istirahat yang cukup. Pastikan untuk tetap rutin melakukan konsultasi ke dokter. Jika ada obat yang disarankan dokter, jangan lupa untuk mengonsumsinya secara teratur. Dengan begitu, kondisi kesehatan Anda bisa selalu terjaga.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *