87 Tahun Ansor, Gus Irsyad Janjikan Vaksinasi Banser Pasuruan

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri 87 tahun GP Ansor di Masjid Al Akbar Surabaya. (Foto: pasuruankab.go.id)

[ad_1]

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menghadiri agenda Silaturahim 87 Banser Senior di Masjid Al Akbar, Surabaya, pada Kamis, 3 Juni 2021. Kegiatan yang juga diikuti oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Pasuruan, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul tersebut bertajuk “Mensyukuri 87 Tahun Gerakan Pemuda (GP) Ansor”.

Dijumpai sesaat setelah acara berakhir, Gus Irsyad menyampaikan beberapa hal. Di antaranya tentang vaksinasi yang akan dilakukan terhadap anggota Banser yang ada di Kabupaten Pasuruan. Hal itu menyusul apa yang telah dipesankan oleh Gubernur Jawa Timur terkait rencana vaksinasi Covid-19 bagi seluruh anggota Banser di Jawa Timur.   

“Ada beberapa tahapan yang memperoleh vaksinasi di masing-masing kabupaten, kota. Setelah nakes dan lansia, baru berikutnya sahabat-sahabat banser ini akan kami upayakan menjadi prioritas. Sebagaimana arahannya Gubernur tadi bisa kami tindak lanjuti”, katanya.

Menurut Kepala Daerah, hingga saat ini sedikitnya ada 200 ribu anggota Banser di Jawa Timur yang sudah didata dan diinventarisir ulang. Selanjutnya akan diajukan untuk divaksin Covid-19 di masing-masing wilayahnya.

Sementara itu dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat hari jadi ke-87 kepada GP Ansor, Gubernur Jawa Timur menyampaikan tentang pentingnya proses verifikasi profesi di kalangan NU dan Ansor. Harapannya akan memudahkan dalam menyiapkan dari segi SDM untuk kemajuan organisasi ke depannya.        

“Kalau kami melihat pada kebutuhan ketrampilan atau skill pada era Indutri 4.0, maka yang tertinggi kebutuhannya adalah pada kompleks problem solving. Oleh karena itu kepada seluruh pengurus jajaran dan anggota memetakan diversifikasi profesi ini sangat penting untuk menyiapkan NU hari ini dan yang akan datang”, jelasnya.

Menurut Khofifah, apa yang dilakukan oleh Ansor secara spesifik harus bersinergi dengan apa yang dilakukan oleh fatayat dan IPNU. Terlebih Badan Otonom Lajna dan Lembaga di NU komposisinya cukup beragam. Mulai dari Ikatan Dokter NU, Ikatan Petani NU, hingga Ikatan Sarjana Ekonomi.

“Yang cukup banyak sinergisitasnya ini adalah konduktornya adalah jam’iahnya. Tetapi bahwa sebagai subsistem ini NU-nya adalah sebagai sistem besarnya dan subsistemnya. Ada Banom, Lajna dan ada lembaga. Inilah pentingnya sinergitas pertemuan pada sore ini. Harapan dari pertemuan sore ini, agar ada sinergi, kolaborasi dan integrasi program-program strategis dilingkungan Ansor dengan program dijajran Pemprov dan jaringannya”, harapnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi sahabat Banser yang telah memberikan kontribusinya dalam masyarakat. Tidak hanya tersebar di jawa Timur saja, namun juga yang berada di Nusa Tenggara Timur, Flores hingga Aceh.

“Saya bisa melihat Banser-Banser di Riau itu luar biasa, saya juga bisa melihat Banser-Banser di cabang-cabang Sumatra juga luar biasa. Ini adalah social capital-nya NU. Social capital ini pada saatnya akan menjadi politicalpPower. Tapi tentu kami berharap, social capital ini menjadi bagian dari perekat kebhinekaan, perekat keberagaman, menjaga persatuan dan kesatuan NKRI”, tutupnya



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.