Akhir Pekan, Jumlah Penumpang KA Daop Jember Melonjak 600 persen

  • Bagikan
Petugas Stasiun sedang memeriksa identitas dan tiket salah satu calon penumpang KA di Stasiun Ketapang, Banyuwangi (foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id)


Okupansi penumpang Kereta Api (KA) di wilayah Daop 9 Jember naik signifikan selama beberapa pekan terakhir. Kenaikan jumlah penumpang ini menyusul semakin membaiknya penanganan Covid-19. Sehingga mulai terjadi pelonggaran untuk aktivitas masyarakat.

Pelaksana Harian Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Tohari, menyatakan, secara umum peningkatan jumlah penumpang KA ini terjadi di seluruh stasiun di wilayah Daop 9 Jember. Peningkatan yang paling banyak terjadi pada akhir pekan. Angkanya bisa mencapai 600 persen

“Peningkatan okupansi yang awalnya 500 per hari, alhamdulilah weekend sudah mencapai 3.000-an penumpang,” jelasnya, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Kota-kota yang paling banyak dituju oleh penumpang KA di antaranya Malang, Surabaya, Madiun dan Yogyakarta. Peningkatan okupansi penumpang inilah yang menjadi salah satu alasan diaktifkannya KA Mutiara Timur  relasi  Banyuwangi-Yogyakarta.

“Dengan banyaknya permintaan dan peningkatan okupansi di Daop 9 dan Daop lainnya yang dilalui maka dioperasikanlah KA Mutiara Timur,” tegasnya.

Dia menambahkan, sebelum KA Mutiara Timur kembali dioperasikan, sebenarnya kota-kota seperti Surabaya, Madiun dan Jogjakarta sudah terakomodir KA lain yang sudah lebih dahulu dioperasikan. Seperti KA Wijaya Kusumu dengan relasi Ketapang-Cilacap sudah mengakomodir kota-kota tersebut. Khusus untuk tujuan Surabaya, sebelumnya juga sudah terlayani oleh KA Probowangi.

“Saat ini ada tujuh KA jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Ketapang yakni Mutiara Timur, Pandanwangi dua kali  pulang pergi, Wijaya Kusuma, Probowangi, Sritanjung, dan Tawangalun,” jelasnya.

Sesuai aturan pemerintah, lanjutnya, KAI juga menerapkan protokol kesehatan ketat bagi penumpangnya. Penumpang wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Penumpang juga wajib menunjukkan bukti vaksin minimal vaksin dosis pertama dan surat keterangan negatif Covid-19 baik itu rapid test antigen maupun swab PCR. “Hingga saat ini masih menerapkan kapasitan penumpang sebanyak 70 persen dari jumlah kursi yang ada,” tegasnya.

Yanuar Eka Wijaya, 38 tahun, warga Surabaya yang sehari-hari bekerja di Denpasar mengaku selalu menggunakan  KA setiap pulang ke Surabaya. Dia mengaku bisa memilih KA yang sesuai dengan jadwal kepulangannya. Karena ada beberapa KA yang melayani tujuan Surabaya. “Relatif lebih murah dibanding transportasi lain.  Tes antigen di sini hanya Rp 45 ribu,” terangnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *