Akhudiat Tinggalkan Panggung yang Fana

  • Bagikan
Akhudiat  meninggal dunia Sabtu pagi di kediamannya. Dia tinggalkan panggung yang fana, menuju panggung yang baka. (Ngopibareng)


Akhudiat Tinggalkan Panggung yang Fana

 

Innalillah…kita kehilangan seorang seniman besar, Akhudiat atau Diat. Mohon dimaafkan, papa meninggal dunia barusan di rumah, kata salah satu putrinya, Yasmin Fitrida.  Sastrawan dan dramawan nasional yang lahir di Rogojampi, Banyuwangi 5 Mei 1946 ini meninggal di kediamannya, Gayungan Residence A9, Surabaya, Sabtu pukul 07.30 akibat komplikasi penyakit.

Kondisi kesehatan pensiunan staf UIN Sunan Ampel ini memang naik turun, sehingga beberapa kali harus masuk rumah sakit. Terakhir pertengahan Juli lalu Diat dirawat di RS Suwandi Surabaya karena sakit lamanya kambuh, yaitu sesak nafas. Sebelumnya, dia juga pernah kena serangan stroke.

Akhudiat adalah sutradara dan penulis naskah teater modern. Tahun 90an, secara rutin karya dramanya memenangkan hadiah lomba naskah drama yang diselenggarakan DKJ (Dewan Kesenian Jakarta, antara lain Graffito (1972), Jaka Tarub (1974), Rumah Tak Beratap Rumah Tak Berasap dan Langit Dekat dan Langit Sehat (1974), Bui (1975), Re (1977). Selain naskah drama, ia juga pernah mendapat penghargaan atas cerita pendeknya yang berjudul New York: Sesudah Tengah Malam dan dimuat dalam majalah Horison Vol. XIX (1984).

Hampir semua naskah itu disutradarinya dengan kelompok yang juga membesarkan namanya yaitu Bengkel Muda Surabaya, yang sebaliknya juga dibesarkannya. Sebagai sutradara, terakhir tahun 2011 di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim, dia menyutradari lakon yang ditulisnya yaitu ‘Sekolah Skandal’ bersama Teater Sanggar Merah Putih.

Selamat jalan Diat, engkau telah turun dari panggung yang fana, dan naik ke panggung yang baka. (nis)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *