Alimah Atlet Sky Air Sea Games 2019 Raih Gelar Sarjana Kedokteran

  • Bagikan
Nur Alimah atlet Sky Air yang berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran di Unusa. (Foto: Istimewa)


Meraih kesuksesan secara bersamaan dalam hobi dan bidang akademik. Itulah sosok Nur Alimah Priambodo. Dia pernah sukses meraih medali emas di cabang olahraga Sky Air Sea Games Filipina tahun 2019. Kini, gadis yang akrab disapa Alimah itu berhasil menyandang gelar sarjana kedokteran (S. Ked).

Nur Alimah Priambodo tercatat sebagai salah satu wisudawati dari 600 wisudawan yang dikukuhkan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), pada 30 Oktober 2021. Perempuan 23 tahun ini mengatakan, dirinya ingin mengikuti jejak kakaknya yang sudah menjadi dokter gigi.

“Kalau kakak bisa sebagai atelit sekaligus menyelesaikan studi menjadi dokter gigi, saya pun harus bisa. Jadi yang memotivasi saya adalah kakak yang sudah lulus dokter gigi. Tapi kakak memang sempat meninggalkan kegiatannya sebagai atelit untuk memilih kuliah,” kata putri ketiga pasangan atlet Sky Air, Rahardjo Priambodo dan Nunik Nurdiati ini.

Menurut Nur Alimah Priambodo, dirinya cukup beruntung sehingga bisa sukses dalam dua bidang yang bersamaan. Dua bidang ini pun ia jalankan secara bersamaan tanpa harus mengorbankan prestasi lainnya.

“Saya bernasib baik, dua pilihan ikut pelatnas atau kuliah bisa saya jalankan berbarengan, karena baik pelatih maupun kampus memberikan beberapa dispensasi. Tapi saya yang harus berkorban tenaga dan waktu juga biaya, karena harus bolak-balik, Kampus Unusa ke Pelatnas, Surabaya-Jakarta, karena keduanya sama pentingnya,” kenang dia.

Alimah, bersama kedua orang tuanya saat menghadiri wisuda di Unusa. (Foto: istimewa)

Gadis kelahiran Sidoarjo, 29 Agustus 1998 ini menambahkan, kesuksesannya meraih gelar dokter ini juga tak lepas dari bantuan teman-temannya dan dosen. Mereka mau berbagi catatan kuliah, PPT dari dosen serta ada kelonggaran waktu untuk bisa mengikuti kuliah tambahan.

“Di pelatnas pun demikian saya mendapat dispensasi dari pelatih dan mendapat support dari rekan-rekan sesama atelit,” kata Nur Alimah Priambodo.

Menurut dia, menjalani aktivitas sebagai mahasiswa dan atlet sky air tak ada bedanya. Dia bisa melakukannya secara beriringan. Alimah menilai kuliah dan menjadi atlet sama-sama menuntut disiplin yang tinggi. Latihan sebagai atlet selain dibutuhkan kedisplinan juga kekuatan fisik dan keberanian. Demikian juga menjadi mahasiswa kedokteran, disiplin dan konsentrasi penuh menjadi syarat utama.

“Mungkin pada semester-semester awal kami hanya belajar dari teks book, tapi kini saya harus berhadapan dengan pasien langsung. Tentu lebih sulit karena tiap orang punya karakter berbeda. Kalau atelit menghadapi peralatan yang sama, tapi selalu berubah sesuai dengan teknologi berkembang,” ungkap peraih empat emas dan dua perunggu di PON Papua.

Bercerita tentang ketertarikannya pada olahraga Sky Air, sarjana kedokteran yang ingin memperdalam ilmu kedokteran spesialis anak ini mengatakan, awalnya karena sering diajak saat ibu dan ayahnya berlatih, lama kelamaan dia tertarik untuk ikut.

“Jadilah kami sebagai keluarga besar atlet Sky Air di Jawa Timur, dari mulai kakek, orangtua hingga saya juga kakak-kakak,” katanya.

Prestasi Nur Alimah Priambodo ini sangat membanggakan orangtuanya. Sang ayah, Rahardjo Priambodo mengungkapkan, sejak dalam kandungan ibunya, putrinya tersebut sudah ditempa dengan kehidupan disiplin dan mandiri.

“Mungkin bisa dibilang istimewa, bisa sukses dalam karir sebagai atelit sekaligus berhasil meraih gelar sarjana kedokteran. Tapi bagi saya ayahnya, Nur Alimah memang sudah sejak dalam kandungan ditempa dengan kehidupan disiplin dan mandiri,” cerita Rahardjo Priambodo, sang mendampingi putrinya wisuda.

Dia melanjutkan bahwa bibit-bibit putrinya disiplin dan mandiri sudah dirasakan oleh ibunya, Nunik Nurdiati sejak dalam kandungan.

“Saat saya mengandung Alimah penuh dengan keperihatinan, mencari nafkah hingga merantau ke Palembang dan Padang. Saya berharap bisa lahir di kota Padang, tapi ternyata malah di Sidoarjo, dua minggu setelah pulang dari Padang. Waktu itu kami mencari kehidupan sebagai atlet di Sumatera Barat,” sahut sang ibu seraya mengenang saat mengandung anak ketiganya itu.

Sebagai orangtua, Nunik Nurdiati yang merupakan atlet Sky Air tahun 1980-an, tidak mengira bahwa Alimah memilih Fakultas Kedokteran dalam melanjutkan studinya. Kini, gelar Sarjana Kedokteran Nur Alimah Priambodo sangat membanggakan keluarganya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *