Antusiasme Anak Surabaya Ikut Vaksin Agar Bisa Sekolah Tatap Muka

Seorang siswa menjalani vaksinasi di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu 11 Juli 2021. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar vaksinasi massal Covid-19 terhadap anak sekolah usia 12-17 tahun di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu 11 Juli 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 14.811 anak sekolah jenjang SD-SMP yang berada di Kecamatan Gubeng, Kecamatan Genteng, Kecamatan Tambaksari, dan Kecamatan Simokerto.

Berdasar pantauan Ngopibareng.id, vaksinasi anak ini berjalan lebih kondusif dibanding sebelumnya yang diperuntukkan bagi warga usia 18 tahun ke atas. Tak seperti sehari sebelumnya, tidak ada kemacetan yang sangat panjang, kemudian antrean teratur rapi karena peserta vaksin sudah diberi jadwal, sehingga tidak ada kerumunan.

Tampak wajah anak-anak yang didampingi orang tuanya sangat antusias mengikuti vaksinasi. Walau begitu, tampak pula beberapa siswa yang menangis histeris karena takut dengan jarum suntik.

Anak-anak yang menangis itu kemudian memberontak meski sudah di tempat vaksinasi. “Gak mau takut jarum, sakit,” ujar Salma Feriansyah, siswi SDN Pacar Kembang 1.

Relawan dan nakes membujuk Siswi SDN Pacar Kembang 1, Salma Feriansyah, yang takut saat hendak menjalani vaksinasi di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu 11 Juli 2021. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Relawan dan nakes membujuk Siswi SDN Pacar Kembang 1, Salma Feriansyah, yang takut saat hendak menjalani vaksinasi di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu 11 Juli 2021. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Orang tua, tenaga kesehatan, dan relawan mencoba untuk menenangkan, namun anak ini tetap berontak. “Ayo adik gak sakit kok, cuma bentar juga kok. Gak usah gerak-gerak tangannya, nanti jarumnya patah,” ujar nakes membujuk. 

Karena tetap menangis dan berontak, akhirnya beberapa nakes terpaksa memegang sang anak dan langsung menyuntikkan vaksin dengan cepat. Usai vaksin, nakes langsung memberikan tepuk tangan pada sang anak agar terhibur.

Berbeda dengan peserta yang menangis, Nindy siswi SMP Stanislaus Surabaya mengaku antusias mengikuti vaksinasi ini. 

“Memang ingin ikut karena pengen sekolah (tatap muka) lagi dan biar covidnya cepat selesai,” aku Nindy.

Senada dengan Nindy, Adiv Jusenta siswa SMPN 44 Surabaya mengaku antusias mengikuti vaksin ini karena ingin kondisi cepat membaik dan bisa kembali sekolah tatap muka.

“Memang mau ikut dan saya gak takut. Harapannya bisa segera membaik dan saya pengen bisa sekolah (tatap muka) lagi,” aku Adiv.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo mengatakan, vaksinasi ini salah satu upaya untuk bisa segera menekan angka kasus Covid-19 pada anak-anak. Apabila dapat ditekan, maka sekolah tatap muka bisa segera dilaksanakan.

Namun, vaksinasi ini belum bisa dituntaskan dalam sehari karena jumlah vaksin yang tersisa hanya sekitar 15 ribu untuk 15 ribu anak dari total sekitar 130 ribu siswa SD-SMP dengan rentang usia 12-17 tahun.

“Kami harap siswa SD SMP yang usia memenuhi syarat vaksin, termasuk orang tua mohon bersabar. Yang pasti semua akan tervaksin karena target pemkot usia vaksin akan divaksin. Hanya kita tidak punya nakes dan peralatan lain yang membuat kita bisa menuntaskan vaksin dalam sehari. Sehingga harus kita susun lagi jadwalnya,” ujar Supomo.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.