Bandingkan Corona di Inggris dengan Indonesia, Ade Armando Dicaci

Ade Armando, Dosen Komunikasi UI (Foto: Instagram)

[ad_1]

Dosen Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando menggegerkan dunia maya. Bahkan, Ade Armando menjadi trending topik di media sosial Twitter. Ada sejumlah 6.038 lebih cuitan dengan tagar (#) tersebut.

Setelah dirunut, warganet heboh menanggapi cuitan pria Alumnus Florida State University yang membandingkan angka kematian kasus covid-19 di Indonesia dengan Inggris. Ade Armando membandingkan penduduk Inggris yang berjumlah 68 juta dan meninggal karena covid sebanyak 128 ribu. Sementara di Indonesia yang jumlah penduduknya 270 juta yang meninggal akibat covid-19 sekitar 73 ribu.

Sejak diunggah, cuitan tersebut mendapat 1.816 likes dan 364 re-tweets. Sebagian besar warganet murka dan menghujani komentar hujatan. Salah satunya akun bernama @ibalpradan_. Dia membalas cuitan Ade dengan menyebut pria 59 tahun itu pandir.

“Pak, 73 ribu itu manusia. Bukan segumpal lumpur. Ada banyak orang kehilangan tulang punggung, anak semata wayang, seornag ibu, dll. Jangan remehin nyawa orang. Sudah lantang, pandir pula,” tulisnya.

Senada dengan akun di atas, netizen lainnya menyebut Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan negeri asal Ratu Elizabeth itu. “Ga gini cara membandingkan. Inggris itu negara satu pulau. Penularan wabah langsung merebak tanpa hambatan lautan. Indonesia ribuan pulau. Harusnya bisa dibatasi dengan membatasi wabah menyeberang pulau. Ngerti nggak ya?,” celetuk akun @budsan.

Namun, ada pula yang mendukung cuitan pria kelahiran 1961 itu. “Suarakan terus bang ade. Biar PPKM dicabut. Saya gak bisa cari uang dan saya gak dapet bansos blt dan semacamnya. Tabungan mulai habis,” timpal akun @tono76.

 

Ade Armando Pertanyakan Hujatan Warganet

Mengetahui dirinya menuai banyak hujatan, Ade Armando mempertanyakan alasan warganet melalui cuitannya yang lain.

“Lho ini bukannya orang Indonesia yang jadi professor di Singapura? Kok ngamuk? Sabar dik sabar, masalahmu di mana?,” tanyanya.

Selain itu, alumnus Universitas Indonesia itu melanjutkan dengan menulis, “Selama ini kaum Kadrun senang menunjukkan jumlah korban meninggal covid di Indonesia jauh lebih tinggi daripada Singapura dan Malaysia. Sekarang kok murka saya menunjukkan jumlah korban meninggal covid di Indonesia yang lebih rendah dari Inggris?”.

Kampanyekan PPKM Tak Diperpanjang

Dalam cuitannya yang lain, Ade Armadno mengkampanyekan agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat tidak diperpanjang. Ade lantas membandingkan kondisi orang dengan ekonomi rendah dengan tinggi yang terdampak akibat PPKM.

“Pas PPKM, orang kaya nonton Netflix dan main tiktok seharian. Orang miskin cuma nangis seharian,” katanya.

Dia lalu melanjutkan, “Kalau PPKM diperpanjang, bagaimana nasib pedagang asongan, pedagang kaki lima, sopir ojek, taksi, dst?”.

“Kita bangsa pejuang bukan pecundang. Melawan corona, kita akan menang,” tutupnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.