Bebaskan 26,2 Persen Lahan Tol Solo-Yogya-YIA, Pemerintah Gelontorkan Rp1,7 Triliun

  • Bagikan


Jakarta, SuaraKupang.com – Badan Usaha Pengelola Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo, PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) telah menyelesaikan kegiatan pengadaan lahan pembangunan jalan tol Solo-Yogya-YIA mencapai 26,2 persen. Dana Rp1,7 triliun telah digelontorkan oleh pemerintah untuk pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) kepada masyarakat terdampak yang tersebar di 4 (empat) Kabupaten yaitu Karanganyar, Boyolali, Klaten dan Sleman.

“Kesuksesan kegiatan pengadaan/pembebasan lahan dapat terwujud karena adanya dukungan penuh pemerintah serta terjalinnya kolaborasi dan sinergi antara tim pembebasan lahan JMM dengan Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah (Direktorat Jenderal Bina Marga – Kementerian PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) serta Pemerintah Daerah,” kata Direktur Utama JMM, Adrian Priohutomo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (13/9).

Selain itu, peran serta dan partisipasi masyarakat/warga terdampak dalam menyiapkan dan memenuhi kelengkapan berkas – berkas yang diperlukan untuk proses pelepasan haknya juga sangat berperan penting dalam percepatan proses pengadaan lahan untuk proyek jalan tol ini. Di sisi lain, masyarakat pun merasa senang karena kompensasi yang diterima sangat menarik sehingga dapat menaikkan taraf hidup/standar ekonominya.

“Kami menghaturkan terima kasih yang setinggi–tingginya kepada seluruh masyarakat/warga terdampak yang dengan ikhlas telah bersedia melepaskan hak atas tanahnya untuk pembangunan jalan tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo,” jelasnya.

Guna percepatan pelaksanaan pekerjaan, penyedia jasa untuk seksi 1 dibagi menjadi 2 sub seksi yaitu seksi 1.1 ruas Kartasura – Klaten dan seksi 1.2 ruas Klaten – Purwomartani. Penyedia jasa untuk masing-masing sub seksi tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk seksi 1.1 dan PT Dayamulia Turangga untuk seksi 1.2. Hingga saat ini progress pekerjaan untuk seksi 1 telah mencapai 3,6 %.

Pada seksi 1 ini terdapat Jembatan Ngasem sebagai titik awal dari ruas Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo sekaligus merupakan penghubung tol kita dengan Tol Trans Jawa (Tol Semarang-Solo). Saat ini di Jembatan Ngasem sedang dilakukan pengecoran tiang penyangga (pilar). Produksi gelagar jembatan juga sedang kita kerjakan di plant precast. Ditargetkan awal oktober sudah dapat dilaksanakan pemasangan gelagar/girder, dilanjut pengecoran lantainya.

Untuk kenyamanan pengguna jalan tol dan meningkatkan pengembangan kawasan disekitar jalan tol, JMM akan membangun Rest Area / Tempat Istirahat dan Pelayanan yang berlokasi di desa Manjungan – Klaten (sta 19+300 A) dan desa Demak Ijo – Klaten (sta 25+200 B). Untuk mendukung percepatan dan kelancaran rencana tersebut telah dilakukan koordinasi yang intensif dengan Instansi terkait serta Pemerintah Daerah setempat. Salah satunya adalah pertemuan pada 02 September 2021 yang lalu bertempat di Kantor Bupati Klaten terkait rencana Teknik Akhir pekerjaan tersebut yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Klaten, serta jajarannya.

Agar proyek ini bisa dikelola dengan baik kita terapkan teknologi “Building Information Modeling” (BIM), yang pada hari ini 11 September 2021 kita deklarasikan BIM Go Live. Teknologi BIM ini akan sangat mempermudah segala aspek kegiatan proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan termasuk kegiatan operasional dan pemeliharaan nantinya. Penerapan BIM ini merupakan teknologi yang diwajibkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga – Kementerian PUPR dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) kepada BUJT dan juga penyedia jasa lain. Ini akan memudahkan monitoring pelaksanaan pekerjaan, sehingga informasi akan lebih cepat diterima dalam rangka pengambilan keputusan, akurat dan ramah lingkungan (paperless). Selain itu penggunaan BIM 360 pada proyek ini bertujuan untuk penyimpanan data yang terintegrasi serta sebagai alat komunikasi dan koordinasi seluruh stakeholders. Kedepannya akan digunakan sebagai basis data dalam kegiatan operasional dan pemeliharan ruas jalan tol yang dikelola PT JMM secara menyeluruh. Hal inilah yang terus dikembangkan oleh tim Teknik JMM.


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *