Begini Riangnya Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Malang

Proses pembelajaran tatap-muka 100 persen di SMPN 20 Kota Malang (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

[ad_1]

Puluhan siswa dan siswi di ruang kelas 9A Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 20 Kota Malang, berlomba-lomba menjawab soal pelajaran Matematika. Ruangan kelas riuh. Ribut suara para siswa memenuhi sepetak ruang belajar itu.

Belajar Enam Hari Sepekan

Senin, 10 Januari 2022, jadi hari pertama dimulainya Pembelajaran Tatap-Muka (PTM) kuota 100 persen, di Kota Malang. Seperti juga di SMPN 20, para pelajar antusias bertemu dengan teman, belajar di ruang yang sama, dari Senin hingga Sabtu, dan menggunakan seragam yang sama.

“Senang sekali. Istilahnya seperti temu kangen dengan teman-teman. Waktu PTM terbatas kemarin, masuk kelas hanya seminggu dua kali,” ujar siswi SMPN 20 Kota Malang, Calya Faustina pada Senin 10 Januari 2022.

Kini Calya bisa kembali mengenakan seragam sekolahnya enam hari dalam satu pekan. Tak lupa Calya membawa bekal sendiri hingga memakai masker rangkap karena masih dalam masa pandemi Covid-19. “Karena kantin tutup jadi saya bawa bekal sendiri dari rumah. Juga sama orang tua disuruh pakai masker rangkap,” katanya.

Durasi Belajar Terbatas

Meski telah melakukan PTM 100 persen, durasi kegiatan belajar-mengajar di SMPN 20 Kota Malang berlangsung selama enam jam mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.30 WIB. Halaman sekolah tampak sepi, hening dan sunyi.

“Untuk waktu istirahat kami beri waktu selama 10 menit dan para siswa tetap di dalam ruang kelas,” ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 20 Kota Malang, Liesdyah Iramita.

Dalam PTM ini kata Liesdyah dari total 874 siswa hanya ada dua orang yang masih menjalani pembelajaran secara daring disebabkan oleh kondisi kesehatan yang terganggu.

“Hari ini ada dua orang yang menjalani daring karena sakit. Kami juga imbau jika anaknya merasa sakit, orang tua tidak usah memaksakan untuk masuk sekolah,” katanya.

Liesdyah menambahkan, satu pekan sebelum PTM 100 persen digelar, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada wali murid untuk memberikan bekal, hand sanitizer, hingga masker kepada anaknya saat masuk sekolah. “Untuk pemantauan kesehatan kami juga bekerjasama dengan puskesmas terdekat dan juga Unit Kesehatan Siswa (UKS) yang kami miliki,” ujarnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.