Beginilah Rasanya Jadi Kreator Mukbang yang Harus Makan Setiap Saat Demi Konten

  • Bagikan


Seluk beluk profesi mukbang bikin video makan porsi besar demi konten di Internet

Bintang mukbang menikmati makanan. Kolase oleh VICE / Foto oleh Richard Chao dan Colette Sexton

Kebanyakan dari kita biasanya langsung melahap burger tanpa pikir-pikir dulu. Tapi bagi Colette Sexton, dia harus mencari cara menggigitnya dengan sempurna.

Perempuan 21 tahun itu menjalankan akun TikTok khusus mukbang dari rumahnya di California. Sekarang dia telah mengumpulkan lebih dari 120.000 pengikut di platform berbagi video. Sexton biasanya merekam adegan makan-makan di dalam mobil, dan burger merupakan santapan yang paling sering muncul di video. Selain karena dia suka makan burger, video berisi junk food ini kerap menjadi yang paling populer di kalangan penontonnya.

Namun, di balik kenikmatan dalam setiap gigitan burger, ada proses yang rumit untuk menghasilkan video yang mampu bikin perut keroncongan.

“Paling ngeselin kalau gagal memakannya dengan tepat,” katanya kepada VICE. “Saat makan burger, saya harus memastikan gigitan pertama yang terenyah, yang terlihat paling lezat.”

Itu hanyalah salah satu kekhawatiran yang menyelubungi pikiran para kreator mukbang saat makan di depan kamera.

Mukbang mempertontonkan seseorang menyantap makanan dalam porsi yang besar. Videonya bisa direkam, bisa disiarkan langsung. Pertama kali dipopulerkan di Korea Selatan sekitar satu dekade lalu, trennya kini dinikmati seluruh dunia.

Ada berbagai jenis mukbang yang bisa kalian saksikan di internet. Mukbang dengan sentuhan ASMR memberikan sensasi menggelitik dari suara-suara orang makan. Lalu ada kreator yang mukbang sambil bercerita tentang kehidupan mereka atau hal-hal lainnya. Jenis lain yang populer adalah “cook-bangs”. Penonton diajak mempersiapkan makanan di dapur kreator sebelum menyaksikan mereka makan.

Sexton gemar menonton mukbang ASMR. Karena itulah dia bekerja keras melakukan gigitan pertama yang memuaskan jiwa.

Video pertamanya sontak viral di TikTok. Saat itu, dia menikmati menu In-N-Out di mobil. Meskipun follower-nya sudah ratusan ribu, dia menganggap dirinya seorang mukbanger biasa. Sexton bikin video cuma saat akan makan.

Di tempat lain masih di California, Richard Chao berkutat pada masalahnya sendiri. Dengan jutaan pengikut di TikTok, kreator yang memakai nama @hangryblogger kerap dibanjiri tawaran bikin video makan-makan. Dalam sehari, dia bisa tiga kali syuting di restoran-restoran yang bekerja sama dengannya.

Jadwal yang sangat padat membuatnya tak mampu menentukan makanan yang akan disantap.

“Terkadang kami tidak bisa pilih mau makan apa,” tuturnya. “Contoh, saya tidak suka sushi tapi harus syuting di restoran sushi. Selama di sana, saya harus menunjukkan kalau saya menyukai hidangannya.”

Yang awalnya sebatas hobi berkembang menjadi profesi 24/7 untuk Chao. Setelah sukses menelurkan video-video lezat di Instagram, dia pun mengembangkan sayapnya ke TikTok. Sudah tiga tahun dia menyeriusi dunia mukbang.

Menjalani profesi sebagai bintang mukbang mungkin terdengar sangat menggiurkan. Bagaimana tidak? Kalian bisa dapat duit hanya dengan makan. Padahal, menurut Chao, ada banyak tetek bengek yang harus diurus seorang mukbanger. Yang paling melelahkan adalah mengedit video dan bepergian ke sana kemari untuk membeli makanan.

Akan tetapi, jika mengingat pekerjaannya dulu sebagai manajer sales, dia merasa tak pantas untuk mengeluh.

“Capek, sih. Tapi tidak terlalu melelahkan seperti pegawai kantoran,” ujarnya.

Menonton orang makan dari layar HP atau laptop tampaknya memang konyol, tapi nyatanya mukbang memiliki daya tarik yang besar. Penelitian yang terbit tahun lalu mengusulkan beberapa alasan video semacam ini sangat digandrungi. Beberapa tertarik menyaksikan seseorang menikmati makanan yang tidak bisa mereka rasakan sendiri. Mukbang bahkan bisa membantu penonton mengatasi kesepian, seolah-olah kreator sedang menemani mereka. Sementara lainnya suka mendengarkan suara orang makan.

Chao membeberkan ada dua jenis yang disukai penonton: sajian yang berlebihan dan super sederhana.

“Pertama, makanan berukuran besar. Semakin besar ukurannya, semakin besar pula keinginan mereka melihat kamu menggigitnya,” ungkapnya. “Tapi mereka tetap menyukai makanan yang biasa dinikmati sehari-hari, seperti kentang goreng atau daging ayam.”

Subgenre “oogui” juga tak kalah populer. Untuk jenis video ini, kreator mampu melahap makanan demi makanan tanpa jeda.

Akun TikTok mahasiswi bernama Lori Kim telah diikuti lebih dari 160.000 orang. Dia tidak pernah menunjukkan tampang mual meski telah memasukkan makanan dalam jumlah besar. Bio-nya di TikTok berbunyi: “Kata siapa perempuan tidak bisa makan banyak?” 

Perempuan 21 tahun tergila-gila dengan video mukbang sejak dia masih SMP. Dia berharap videonya mampu menunjukkan perempuan dapat menikmati makanan dalam jumlah besar.

Sejauh ini, dia pernah menghabiskan 30 potong sushi, tiga mangkuk mi instan, dan beraneka macam hidangan penutup berupa roti dalam satu hari.

Namun, sejak menjadi bintang mukbang, Kim tak lagi seantusias dulu saat makan banyak. “Mungkin tidak melelahkan, tapi terkadang rasanya terlalu repetitif,” ujarnya.

Walaupun “hanya” makan, dia mesti memikirkan sudut yang tepat untuk mengambil video, menata makanannya semenarik mungkin dan mengatur pencahayaan agar tidak gelap. Semua kreator yang fokus pada konten makanan pasti memahami ini.

“Orang mengira kami cuma makan biasa,” kata Kim. “Padahal kami harus tetap memperhatikan penyajian makanannya. Kami berusaha sebaik mungkin untuk memamerkan makanan kami.”

Follow Koh Ewe di Instagram.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *