Bela Palestina Muhammadiyah Ajak Boikot Produk Berafiliasi Israel

  • Bagikan
Kaum Muslimin berkonsentrasi ibadah di Masjid al-Aqsha, Yerusalem saat bulan Ramadhan. (Foto: Istimewa)


Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mendorong negara melawan dengan cara pemutusan hubungan diplomatik. Bagi warga muslim, Anwar mengajak masyarakat untuk melakukan boikot total terhadap produk yang terafiliasi dengan kelompok Zionis.

“Serta memboikot semua bentuk transaksi dan perdagangan dengan negara penjajah dan teroris tersebut agar pemerintah Israel sadar dan menghormati hak orang lain, terutama hak dari rakyat dan bangsa Palestina,” ujarnya, dikutip Jumat 14 Mei 2021.

Seperti diketahui, setelah menyerang warga sipil Palestina yang sedang beribadah damai di Masjid Al-Aqsha Yerusalem, kelompok invasi Israel meluaskan serangan. Dengan menyerang bangunan dan tempat tinggal penduduk di wilayah Gaza dengan pesawat tempur.

Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan setidaknya hingga telah ada 84 orang tewas akibat serangan Zionis tersebut. Sedikitnya, 17 korban tewas di antaranya adalah anak-anak, demikian diilansir Aljazeera, Kamis 13 Mei 2021.

Satukan Suara Dunia Islam

Dunia Islam, menurut Anwar, sepatutnya menyatukan suara untuk melawan cara Zionis yang justru merupakan akar lahirnya rantai panjang kekerasan dan dunia yang tidak damai.

“Cara-cara (Zionis) seperti inilah yang mengundang lahirnya tindakan radikalisme dan terorisme sebagai respon dan cara yang bisa mereka lakukan untuk membalas dendam atas kesakitan, kematian, dan ketidakadilan yang mereka terima,” ujar Anwar.

Akhiri Segala Bentuk Kekerasan

Dengan dasar tersebut, sambung dia, jika dunia ingin tetap aman dan jauh dari tindak radikalisme dan terorisme, maka harus ada upaya dari internasional dalam mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina. Khususnya, segala bentuk kekerasan di Baitul Maqdis atau Kota Yerusalem secara keseluruhan.

“Israel di samping dia sudah merampok dan merampas tanah dari rakyat Palestina, mereka juga telah mengekang kebebasan umat Islam Palestina untuk beribadah,” ucap Anwar.

Hal ini jelas tidak bisa kita terima dan tidak bisa kita biarkan. Untuk itu, umat Islam di seluruh dunia harus bersatu dan tidak boleh tinggal diam,” tegas Anwar.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *