Belasan Ribu Anak di Indonesia Jadi Yatim Piatu

  • Bagikan
Yahya Edward Hendrawan, 38, mengajar Al-Quran bagi anak-anak yatim piatu di Yayasan An-Nur Darussalam, Tangerang, Provinsi Banten. Yahya yakin  pengajaran dengan kostum badut lebih efektif agar anak-anak menjadi bersemangat. (Foto: Eko Siswono/Anadolu Agency)


Setidaknya belasan ribu  anak di Indonesia diperkirakan menjadi yatim piatu akibat orang tua mereka meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19. Dari angka kematian yang per hari ini jumlahnya lebih dari 103 ribu jiwa, 17 persennya berusia 25 hingga 40 tahun yang diperkirakan memiliki anak.

Dari data itu saja,  kalau diestimasikan  setiap orang yang meninggal memiliki satu anak, maka sudah belasan ribu anak yang diperkirakan kehilangan orang tuanya. Kalau jumlah anak lebih dari satu, maka angka yatim piatu akan lebih besar lagi.

Menurut Kanya Eka Santi, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, kementeriannya masih  mendata jumlah pasti anak-anak yang kehilangan orang tua mereka akibat Covid-19 untuk penanganan lebih lanjut, katanya pada Anadolu Agency

Anak-anak yang kehilangan orang tua tersebut mengalami trauma dan memerlukan pendampingan psikolog untuk kembali pulih. Bahkan pada beberapa kasus, anak harus menghadapi ibu dan orang tuanya meninggal dalam jarak hanya beberapa hari hingga satu minggu.

“Salah satunya menimpa empat orang anak di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pada akhir Juli 2021, ibu mereka meninggal akibat Covid-19, menyusul ayah mereka juga meninggal dua hari sebelumnya. Waktu itu anak yang paling besar, yang tahu bahwa ayah dan ibunya meninggal, bingung bagaimana memberi tahu adik-adiknya karena dia tidak mau adik-adiknya mengalami guncangan,” tutur Kanya.

“Situasi seperti ini  meninggalkan dampak psikis yang besar bagi anak. tidak seluruh anak bisa memahami situasi yang menimpa mereka. Proses healing ini yang tidak mudah, dan membutuhkan waktu. Karena itu pemerintah akan memastikan anak-anak tersebut mendapat pengasuhan baik melalui keluarga besarnya maupun orang tua asuh,” janjinya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra meminta agar pemerintah mempercepat pendataan terhadap anak-anak yang terdampak. Selain itu, KPAI meminta pemerintah menekan angka kematian Covid-19 untuk mengurangi potensi bertambahnya anak yatim piatu.

Jawa Timur

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Kependudukan Jawa Timur,  Andriyanto memperkirakan setidaknya 5.300 anak di provinsi ini menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu setelah orang tua mereka terinfeksi Covid-19.

“Saya menduga jumlah anak yang menjadi yatim piatu bisa lebih dari estimasi itu, mengingat kasus kematian di Jawa Timur sudah mencapai 21 ribu,” kata Andriyanto. Sejumlah lembaga telah menyetujui untuk memberi bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, meneruskan pendidikan, hingga pendampingan psikologis untuk anak-anak tersebut.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *