Berserah Diri kepada Allah, Tersenyumlah Sehingga Bahagia

Dalam kondisi apa pun tetap bahagia. (Ilustrasi)

[ad_1]

Nasihat dari Imam Al-Ghazali RA.

“Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih…., barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam do’amu.

Jangan kau tunggu bahagia baru tersenyum…., namun tersenyumlah sehingga kau bahagia.

Mengapa kau terlalu banyak berpikir…., sedangkan Allah adalah yang Maha Mengatur segalanya.

Mengapa kau gundah akan sesuatu yang tidak kau ketahui…., sedangkan Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu.

Oleh karena itu, tenanglah sebab engkau selalu berada dalam perlindungan Allah yang Maha Menjaga…., dan ucapkan dengan hatimu sebelum kau ucapkan dengan lisanmu…., aku serahkan segala urusanku hanya kepada Allah. “

Demikian pesan-pesan indah Imam Al-Ghazali RA, hujjatul Islam penulis kitab Ihya Ulummiddin.

Keistimewaan Ilmu Agama

Kaum mukmin diwajibkan untuk menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, agar dalam setiap ibadah yang dilakukan didasari karena ilmu semata. Berikut merupakan keistimewaan ilmu agama.

1. Ilmu Menyebabkan Dimudahkannya Jalan Menuju Surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. ” (H R. Muslim).

2. Ilmu Adalah Warisan Para Nabi.

Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Hadits,

اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup. ” (H. R. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6297 ).

3. Ilmu Akan Kekal Dan Akan Bermanfaat Bagi Pemiliknya Walaupun Dia Telah Meninggal.

Disebutkan dalam Hadits :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at, atau anak saleh yang berdoa untuknya ”

(H. R. Muslim).

4. Orang Yang Dipahamkan Agama Adalah Orang Yang Dikehendaki Kebaikan.

Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim No. 1037).

5. Orang Yang Berilmu Akan Allah Angkat Derajatnya.

Allah Ta’ala berfirman :

…يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ..

“….Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….” (Q. S. Al-Mujadilah [ 58 ] : 11).

“Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu cinta ilmu agama, selalu mendapat ilmu yang bermanfa’at di dunia bermanfa’at di akhirat. Amin….!!!”

Demikian tausiyah pagi Ustaz Keman Almaarif. Semoga bermanfaat.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.