Bocah 8 tahun Tewas Tenggelam di Kali Mas Surabaya

  • Bagikan
Proses evakuasi jenazah korban. (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)


Seorang bocah tenggelam saat berenang di Kali Mas, Surabaya, pada Rabu, 20 Oktober 2021. Setelah beberapa menit pencarian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Berdasarkan pantauan Ngopibareng.id di lokasi, petugas puluhan BPB Linmas terlihat di lokasi sejak pukul 15.00 WIB. Dengan bermodalkan tali tambang, dan pelampung, mereka mencari korban di Kali Mas.

Dalam penyusuran kali tersebut, anggota BPB Linmas dibantu oleh sejumlah warga sekitar yang biasa mencari ikan di sungai samping Kantor DPRD Kota Surabaya itu. Mereka secara menyebar mencari tubuh korban.

Sekitar 30 menit kemudian, tubuh korban berhasil ditemukan oleh warga yang membantu pencarian. Tubuh korban diketahui tersangkut kayu di dasar sungai di bawah jembatan. Warga penemu jasad korban, Didik mengatakan, tunbuh korban ditemukan dalam setelah 20 menit pencarian. Ia memperkirakan, korban berusia sekitar 8 tahun.

“(Korban) itu sekitar umur 8 tahun, pencarian kurang lebih 20 menit,” kata Didik, usai berhasil menemukan jenazah korban.

Saat mengangkat tubuh korban, Didik sempat mengalami kesulitan. Ia mengaku, ada sesuatu yang menariknya dari dasar sungai ketika berusaha membawa jenazah ke permukaan.

“Ada kesulitan, yang namanya goib itu, belum waktunya dilepas tapi diambil, jadinya ya gitu tarik-tarikan,” jelasnya.

Didik menduga, korban yang saat itu berenang dengan teman-temanya, tenggelam usai terbawa arus sungai yang deras. Hal tersebut, ditambah dengan kedalaman Kali Mas yang mencapai 2,5 meter.

“Yang satu tadi mungkin kebawa arus, kalau di dalam kali sekitar 2,5 meter,” kata dia.

Tak berselang lama dari penemuan jenazah, ayah korban datang datang untuk melihat kondisi anaknya. Ia beberapa kali mengucapkan kekecewaan karena tak bisa menyuruh buah hatinya segera pulang.

“Anak saya itu, lapo mau gak moleh, nang omah lak enak (kenapa tadi tidak segera pulang, di rumah kan enak). Ini petugas kok lama ini ya penangananya, kok lama,” kata ayah korban.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *