Bocah Pasuruan Disunat Jin Bikin Panik, Ini Penjelasan Medisnya

Kabar tentang balita berusia 3,5 tahun sedang disunat jin, di Pasuruan viral. Kondisi yang dialami balita itu membuat keluarga balita ikut panik. (Foto: unsplash)

[ad_1]

Kabar tentang balita berusia 3,5 tahun sedang disunat jin, di Pasuruan viral. Kondisi yang dialami balita itu membuat keluarga balita ikut panik. Sejumlah tindakan medis juga telah dilakukan atas balita tersebut.

Kronologi Peristiwa

Heboh balita disunat jin di Pasuruan bermula dari seorang balita yang sedang kencing sendirian, pada Kamis 9 Desember 2021, selepas Magrib, sekitar pukul 18:00 WIB. Saat itu, ayah MIR, tahun sedang menitipkan anaknya dalam pengawasan neneknya.

Namun setelah kencing, neneknya kemudian menggendong balita tersebut. Saat itulah, balita itu meringis kesakitan di arah penisnya. Setelah dibaringkan di kursi, neneknya memeriksa penis MIR dan disebutlah jika MIR telah disunat jin.

Karena tak ada darah dan bekas luka, nenek MIR berusaha mengembalikan keadaan penis cucunya ke bentuk normal. Namun upayanya gagal.

“Lalu saya dipanggil. Saya sangat kaget juga. Saya coba mengembalikan ke kondisi semula tapi nggak bisa,” kata ayah balita, dikutip dari detik.com, Minggu 12 Desember 2021.

Petugas Kesehatan

Kondisi balita yang disebut disunat jin itu telah mendapat penanganan dari petugas kesehatan. Ayah balita mengaku telah memanggil petugas kesehatan setempat untuk memeriksa kondisi penis anaknya yang diduga disunat jin. “Kata Pak Manteri, kami diminta menunggu beberapa hari ke depan. Lihat perkembangannya,” jelasnya.

Warga setempat pun heboh dengan kabar disunat jin yang dialami balita tersebut. Mereka melihat dan menyebut jika kondisi penis balita itu seperti telah disunat namun tidak berdarah.

Penjelasan Medis

Kondisi disunat jin pada dunia medis dikenal dengan kondisi parafimosis. Keadaan ini ditandai dengan kondisi kulup penis yang tertarik ke belakang dan tidak kembali ke posisi normal.

Penyebab parafimosis yang sering disebut sebagai disunat jin itu, pada orang dewasa yang belum disunat bisa muncul karena infeksi, kondisi diabetes, atau cedera akibat aktivitas seks berlebihan.

Kondisi kulup yang tertarik ke belakang akan menyebabkan aliran darah terbendung, sehingga penis akan membengkak dan ujung penis akan berwarna merah keunguan, sehingga tampak seperti disunat.

Terapi yang bisa dilakukan dalam kondisi menyerupai disunat itu antara lain dilakukan sirkumsisi plastik atau radikal. Pertolongan pertama berupa mengompres es pada bagian penis yang bengkak.

Parafimosis atau yang sering dikenal sebagai disunat jin sering dilaporkan terjadi pada anak-anak. Meski ini juga bisa dialami orang dewasa.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.