Bromo Ditutup, Hotel dan Restoran Kembali Sepi

  • Bagikan
Salah satu hotel di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo yang sepi pengunjung. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)


Penutupan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) untuk wisatawan kembali mengakibatkan sepinya hotel dan restoran di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.

Para pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo berharap Bromo kembali dibuka untuk wisatawan.

“Wisatawan mau datang jauh-jauh ke Probolinggo karena tertarik panorama Gunung Bromo. Kalau Gunung Bromo ditutup untuk wisatawan, ya hotel dan restoran di kawasan Bromo sepi,” ujar Ketua BPC PHRI Kabupaten Probolinggo, Digdoyo P. Djamaludin, Senin, 25 Oktober 2021.

Yoyok, panggilan akrab Digdoyo P. Djamaludin berharap, TN BTS dibuka kembali. Para pengusaha hotel dan restoran siap mematuhi protokol kesehatan secara ketat saat TN BTS dibuka kembali.

Dikatakan sebagai objek wisata alam yang luar biasa luas, seharusnya TN BTS bisa dibuka untuk wisatawan. Dijamin tidak akan ada kerumunan karena wisatawan bisa tersebar ke berbagai lokasi di TN BTS.

“Kami mendesak pemangku kebijakan agar segera membuka pilot project dengan uji coba wisata Gunung Bromo Tengger Semeru, wisata alam yang sangat luas,” katanya.

Disinggung soal tingkat hunian (okupansi) hotel di kawasan Bromo, Yoyok mengatakan, sebenarnya tingkat hunian hotel di Bromo sudah mencapai 30 persen saat TN BTS dibuka. “Begitu TN BTS ditutup lagi, ya tingkat hunian hotel dan restoran di Bromo langsung ‘terjun bebas’,” kata pemilik Hotel Yoschi’s itu.

Sehingga okupansi hotel di Bromo sekarang di bawah 10 persen. Itu pun untuk hari libur, akhir pekan (Sabtu dan Minggu). “Sekarang ini karena Bromo ditutup, memang ada juga wisatawan yang datang, hanya foto-foto kemudian pulang, tidak sampai menginap di hotel,” katanya.

“Saya sekeluarga akhir pekan kemarin sempat berkunjung ke Bromo tetapi begitu TN BTS ditutup untuk wisatawan ya saya dan keluarga akhirnya mengunjungi Seruni Point,” ujar Asmanu, wisatawan dari Surabaya.

Seperti diketahui, Seruni Point atau biasa disebut Pananjakan II terletak di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Dari puncak Seruni Point wisatawan bisa menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset).

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengatakan, kebijakan penutupan wisata terkait penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Karena Kabupaten Probolinggo masuk PPKM Level 3 maka semua objek wisata ditutup untuk wisatawan.

“Kalau nanti PPKM Level 2, objek-objek wisata akan dibuka kembali, termasuk Bromo yang menjadi wewenang pemerintah pusat,” ujarnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *