Buru Pelanggar Protokol Kesehatan, Pelanggar Swab di Tempat

Salah seorang warga yang melanggar protokol kesehatan langsung dilakukan tes antigen di lokasi. (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi mengambil langkah tegas bagi masyarakat yang tidak tertib melaksanakan protokol kesehatan. Satgas melakukan patroli mobile Covid-19 hunter atau pemburu pelanggar protokol kesehatan. Warga yang kedapatan melakukan kerumunan atau tidak menggunakan maskes langsung dilakukan test antigen di tempat.

Satgas telah menerapkan kebijakan ini sejak diberlakukannya PPKM Darurat. Tim Satgas melakukan patroli ke tempat-tempat yang dimungkinkan terjadi kerumunan. Petugas melakukan tes di simpang tiga utara Pasar Induk Banyuwangi, pada Senin 5 Juli malam kemarin.

“Masyarakat yang saat itu tidak mengenakan masker langsung kita test antigen,” jelas Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Letkol Infanteri, Yuli Eko Purwanto, Selasa, 6 Juli 2021.

Pria yang juga menjabat Komandan Kodim 0825 Banyuwangi ini menyatakan, dari puluhan orang yang ditest pada malam itu seluruhnya negatif. Petugas kemudian kembali melakukan patroli untuk memburu para pelanggar protokol kesehatan.

Yuli Eko Purwanto menegaskan, sasaran tes di tempat ini tidak hanya mereka yang kedapatan tidak menggunakan masker. Namun juga warga yang melakukan kerumunan. Sebab, kerumunan berpotensi menjadi saranan penularan dan penyebaran Covid-19.

“Kalau ada kerumunan kita bubarkan dan kita test saat itu juga,” tegasnya.

Bagi mereka yang hasil tesnya positi Covid-19 akan langsung dibawa ke rumah sakit atau tempat isolasi terpadu di Balai Diklat, Desa Tamansari Kecamatan Licin. Yuli Eko Purwanto menambahkan kebijakan ini tidak hanya dilakukan pada malam hari saja. Satgas juga akan melaksanakan di siang hari.

Sistem berburu pelanggar kesehatan ini juga akan diterapkan hingga ke tingkat Kecamatan dan Desa. Satgas Kabupaten akan memerintahkan Satgas Kecamatan untuk melakukan kegiatan yang sama.

“Jadi ini kita lakukan secara luas untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar lulusan Akademi Militer tahun 2001 ini.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.