Caleb Ewan Menang Sprint, Attila Valter Raih Maglia Rosa

Caleb Ewan(Lotto Soudal) memenangkan Giro d'Italia Etape 7 (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Caleb Ewan (Lotto Soudal) memenangkan etape Giro d’Italia Etape 7, Jumat, 14 Mei dengan sprint dalam 150 meter terakhir. Etape 7 ini berangkat dari Notaresco menuju Termoli sejauh 181 km.

Usai Etape 7 ini, Attila Valter (Groupama-FDJ) memimpin klasemen general classification. Etape ini adalah kesempatan terakhir untuk para sprinter meraih kemenangan sebelum dua etape penutup minggu pertama Giro d’Italia berakhir di tanjakan.

Attilia Valter (Groupama FDJ) mengenakan maglia rosa usai Etape 7
Attilia Valter (Groupama FDJ) mengenakan maglia rosa usai Etape 7

Meski begitu, Etape 7 ini bisa dibilang sangat teknikal karena masih ada beberapa tanjakan. Ada tanjakan kategori empat di Chieti sejauh 4,7 km dengan gradien rata-rata 5,9 persen.

Saat akhir lomba kurang 1,5 km ada tanjakan lagi sejauh 200 meter dengan gradien rata-rata 12 persen. Termasuk juga ada tujuh kelokan menanjak sebelum menyentuh garis finis.

Pembalap asal Australia ini sprint secara sempurna melibas Davide Cimolai (Israel Start-Up Nation), dan Tim Merlier (Alpecin-Fenix). Mereka bertiga menduduki podium Etape 7 ini yang memiliki super technical uphill finish.

Fernando Gaviria (UAE Team Emirates) melakukan attack sebelum finis tetapi bisa dikalahkan oleh tiga pembalap itu. Gaviria bersama Dylan Groenewegen (Jumbo Visma) finis di peringkat enam dan tujuh.

Ewan merespon serangan dari Gaviria dan time UAE Team Emirates. Sehingga membuat jarak makin jauh dengan sprinter lainnya.

Setelah Ewan bertemu dengan Gaviria, pembalap asal Kolombia ini menyerang lagi untuk kedua kalinya dan membuat jarak yang makin jauh dengan pembalap lain. Termasuk dengan Davide Cimolai.

Tim Lotto Soudal sempurna mengatur kereta cepat nya. Mengantarkan Ewan saat balapan kurang satu kilometer. Dia masih tenang saat Gaviria memulai akselerasi dan mulai mengikutinya. Peter Sagan juga melihat ada kesempatan untuk bisa maju mengikuti Gaviria.

Peter Sagan bersama tim Bora Hansgrohe
Peter Sagan bersama tim Bora Hansgrohe

Tim Bora Hansgrohe sejatinya sudah menata kereta cepatnya saat balapan tersisa 4 km. Dengan hembusan angin yang sangat kuat dari depan membuat Peter Sagan masih dilindungi oleh timnya hingga balapan tersisa 2 km.

Saat balapan tersisa 1 km, Daniel Oss (Bora Hansgrohe) maju dan mengontrol pace hingga Gaviria akhirnya harus tertinggal dari rombongan.

Kualitas Ewan sebagai sprinter patut diacungi jempol. Dia dinobatkan sebagai pembalap tercepat tahun ini.

Kemenangan Ewan di Etape 7 ini sebagai kemenangan etape ke-30 untuk tim Lotto Soudal sekaligus kemenangan kedua dirinya di Giro d’Italia edisi 104 ini.

“Saya mendapat dukungan penuh dari teman-teman sejak awal. Karena di 10 km terakhir itu banyak point yang bisa dikumpulkan dan saya perlu berada di depan agar tidak perlu mengerem dan semuanya sempurna hingga meraih kemenangan,” tutur Ewan.

Profil Giro d'Italia etape 7
Profil Giro d’Italia etape 7

Paling penting untuk Ewan adalah saat berada di start tanjakan. Karena menurutnya bila mencapai kaki tanjakan dengan baik maka dia yakin bisa menyelesaikan tanjakan dengan sempurna. Sehingga banyak energi yang tersimpan.

“Bila saya terlambat masuk ke kaki tanjakan, maka saya perlu buang banyak energi untuk sprint dan itu sangat berat,” tukasnya. Dia juga menambahkan bahwa kakinya seperti terbakar karena harus sprint sejauh 450 meter dan masih kondisi menanjak.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.