Cerita Mahasiswa Takut Vaksin Hingga Harus Dihipnotis

  • Bagikan
Anggota Satlantas Polres Mojokerto hipnoterapy salah satu mahasiswa yang takut jarum suntik.(Foto: Deni Lukmantara/Ngopibareng.id)


Puluhan mahasiswa di Kabupaten Mojokerto menjalani vaksinasi Covid-19. Salah satu dari mereka ada yang sempat dihipnotis lantaran phobia jarum suntik atau dalam dunia medis dikenal dengan trypanophobia.

Ikwanul Kirom, 23 tahun, mahasiswa asal Kabupaten Mojokerto yang tergabung dalam organisasi PMII itu rupanya takut dengan jarum suntik sejak kecil. Dia tak berani hingga keringat dingin keluar saat menunggu giliran disuntik vaksin.

“Takut jarum suntik sejak kecil,” kata Ikwanul saat menjalankan vaksinasi yang digelar Polres Mojokerto di Mapolsek Trowulan, Senin 19 Juli 2021 siang.

Sebelum disuntik vaksin Covid-19, ia dihipnotis oleh salah satu anggota polisi lalu lintas Polres Mojokerto bernama Ipda Edy Widoyono yang juga menjabat Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto.

Polisi satu ini memang dikenal jago menghipnotis, Ipda Edy Widoyono ini melakukan keahliannya yakni hipnoterapy kepada Ikwanul Kirom mahasiswa yang phobia dengan jarum suntik.

Sebelum melakukan hipnoterapy, Ipda Edy didampingi Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mencoba berkomunikasi terlebih dahulu. Dia juga meminta izin ke mahasiswa tersebut untuk memberikan sugesti positif.

Tampak, sebelum dilakukan hipnoterapi oleh petugas kepolisian, mahasiswa itu diminta untuk menutup mata sambil mendengarkan setiap sugesti yang diucapkan hingga masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Mahasiswa itu juga diminta untuk melepaskan rasa takut dengan jarum suntik.

“Oke, sambil menutup mata, Anda tarik napas lewat hidung, hembuskan lewat mulut, rileks. Saya minta anda hitung mundur dari angka 10 tidak tidur tapi tenang dan rileks. Buang semua rasa takutnya, lebih nyaman dan tenang lagi,” kata Ipda Edy.

Ikwanul pun mengaku lebih tenang dan lega usai dihipnotis. Bahkan rasa tegang ketakutan dengan jarum suntik hilang.

“Tidak tegang sama sekali, tidak terasa kalau habis disuntik. Alhamdulillah saya sudah disuntik vaksin,” ujarnya.

Hipnoterapy yang dilakukan anggota Satlantas Polres Mojokerto itu berhasil mensugesti Ikwanul, yang sebelumnya takut jarum suntik sejak kecil, kini ia sudah tidak takut lagi.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, hipnoterapy dilakukan agar menghilangkan rasa takut warga yang ketakutan atau phobia dengan jarum suntik.

“Keahlian hipnoterapy anggota Satlantas Polres Mojokerto kami manfaatkan untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang takut dengan suntik vaksin COVID-19,” jelasnya.

Hari ini vaksinasi yang digelar Polres Mojokerto sebanyak 500 dosis vaksin untuk masayarakat umum dan mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan setiap hari di gerai vaksinasi TNI Polri di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Total yang sudah kami lakukan penyuntikan vaksin sekitar 3.800 orang dari hari pertama sampai dengan sekarang,” ucapnya.

Dony menargetkan Kabupaten Mojokerto mencapai heard Immunity sampai 70 persen pada bulan Agustus 2021 nanti. “Sekarang sudah mencapai sekitar 30 persen. Kami targetkan Kabupaten Mojokerto masuk sampai 60 hingga 70 persen,” tandas Dony.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *