Coki Pardede Minta Maaf dan Ajukan Permohonan Rehabilitasi

  • Bagikan
Komika Coki Pardede ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba. Dia pun meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat serta mengajukan permohonan rehabilitasi. (Foto: Istimewa)


Komika Coki Pardede resmi ditetapkan sebagai tersangka di kasus narkoba. Dia pun meminta maaf mengaku bersalah lantaran telah memakai sabu-sabu. Pria kelahiran 21 Januari 1988 ini minta maaf kepada keluarga, manajemen serta masyarakat terkait kesalahannya.

“Saya pengen minta maaf ke ayah dan ibu, serta manajemen dan orang-orang yang menikmati karya saya. Biarlah ini jadi pelajaran buat saya dan teman-teman di luar sana, ketergantungan pada zat terlarang tidak ada untungnya sama sekali,” tuturnya dalam konferensi pers, Sabtu 4 September 2021.

Coki Pardede tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan tangannya diborgol. Dia mengaku siap menerima hukuman atas kesalahannya tersebut. “Saya juga siap memperbaiki diri,” imbuh dia.

Selain permohonan maaf, Coki Pardede kemudian mengajukan permohonan rehabilitasi ke kepolisian. “Ini ada pengajuan rehabilitasi,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo melalui pesan singkat, Sabtu 4 September 2021.

Pratomo menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan apakah Coki Pardede bisa direhabilitasi atau tidak. Pihaknya kini sedang membahas pengajuan rehabilitasi yang diajukan Coki Pardede itu.

Pratomo mengatakan, rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba diatur dalam undang-undang narkotika. Pihaknya kemungkinan besar akan melakukan asesmen bagi Coki Pardede.

“Ini sedang saya bahas. Mengarahnya ke sana. Karena dia korban. Tentunya asesmen dulu di BNN,” ucapnya.

Coki Pardede dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 juncto Pasal 132 di UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 6 tahun. Diketahui, polisi mengungkapkan alasan komika Coki Pardede menggunakan sabu agar lebih percaya diri dan untuk kesenangannya pribadi.

“(Alasan) untuk kesenangan, terus kemudian dia merasa lebih percaya diri ketika menggunakan itu,” kata Pratomo Widodo.

Coki Pardede sempat berniat berhenti menggunakan sabu. Namun, karena sudah kecanduan dia menjadi susah berhenti. “Dia sempat berhenti, dan mulai aktif ini setahun ini. Dan sepertinya dia menggunakannya juga sudah addict,” katanya.

Selain kasus narkoba, sisi gelap Coki Pardede lainnya yang terungkap adalah kelainan seks pria 33 tahun ini. Dia mengaku kelainan seks dengan menyukai sesama jenis. Bahkan dalam mengonsumsi sabu-sabu, Coki Pardede menggunakan suntikan tanpa jarum dan memasukkannya ke dubur. Saat menikmati barang haram itu, Coki Pardede sambil nonton bokep gay.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *