Covid-19 di Kota Mojokerto Makin Parah, Klaster Baru Muncul Lagi

Lingkungan Pekayon ditutup sementara lantaran puluhan warga terinfeksi Covid-19. (Foto: Deni Lukmantara/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Muncul klaster baru Covid-19 di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Seteleh Sidomulyo Gang 4 Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, kini Lingkungan Pekayon Kelurahan/Kecamatan Kranggan menjadi klaster baru Covid-19. Ada 25 warga setempat terinfeksi virus corona dan satu di antaranya meninggal dunia.

Klaster Lingkungan Pekayon tepatnya berada di RT 4 RW 1 yang mencakup Pekayon gang 5 dan Pekayon Baru, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Mulai pagi tadi, petugas gabungan polisi, TNI dan Satpol PP menutup akses keluar masuk ke Gang Pekayon Baru menggunakan pagar besi.

Tiga tim tracing berada di lokasi untuk melacak para kontak erat di Pekayon gang 5 dan Pekayon Baru. Para kontak erat langsung di tes swab antigen.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya melakukan penutupan akses jalan masuk ke Lingkungan Pekayon seteleh 25 warga terinfeksi virus Covid-19.

“Mulai hari ini kami lakukan penutupan akses di Pekayon Baru,” kata Dodik kepada wartawan di lokasi, Sabtu 26 Juni 2021.

Menurut Dodik, sampai saat ini tim tracing masih menemukan 25 warga di Klaster Lingkungan Pekayon yang positif Covid-19. Satu di antaranya meninggal dunia pada Jumat 18 Juni 2021 kemarin. Selain itu ada juga seorang anak berusia 11 tahun yang terinfeksi Virus Corona di lingkungan ini.

Menurut Dodik, 11 pasien Covid-19 dari Klaster Lingkungan Pekayon saat ini dirawat di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo dan RS Gatoel, Kota Mojokerto, serta di RSI Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan 13 warga yang juga positif menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing lantaran rumah observasi di Kota onde-onde ini masih penuh.

“Yang 13 positif posisinya isoman di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat. Karena masih menunggu rumah observasi di Rusunawa Cinde yang penuh. Kalau sudah ada yang kosong kami geser ke sana,” tegasnya.

Dengan bertambahnya klaster baru ini, terdapat 3 klaster di Kota Mojokerto. Klaster Lingkungan Sidomulyo tedeteksi sejak dua warga Sidomulyo gang 3 dan 4 meninggal dunia karena Covid-19 pada 11 dan 12 Juni lalu. Tracing dilakukan masif terhadap 323 warga. Hasilnya, 72 orang positif terinfeksi virus corona. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan klaster berikutnya adalah klaster Sekarputih yang muncul sejak 4 warga setempat meninggal dunia karena Covid-19 pertengahan Juni lalu. Tracing pada 21 dan 23 Juni menemukan 139 kontak erat. Hasil tes swab antigen maupun PCR menunjukkan 15 warga positif terinfeksi virus corona.

Kota Mojokerto saat ini berstatus zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penyebaran Covid-19. Jumlah warga yang terinfeksi Virus Corona bertambah 231 orang dalam 10 hari terakhir.

Dari jumlah 2.709 pada Selasa, 15 Juni 2021 melonjak jadi 2.940 pada Jumat, 25 Juni kemarin. Total kasus tersebut terdiri dari 192 kasus aktif, 2.549 pasien sembuh dan 199 pasien meninggal dunia.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.