Dalami Kasus Pembunuhan di Jember, Polisi Periksa 6 Saksi

Saksi saat menunjukkan lokasi saat korban tumbang dibacok oleh para pelaku (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Hingga saat ini Satreskrim Polres Jember melakukan penyelidikan soal kasus pembunuhan Rizal Muafikal Hakim 29 tahun, warga Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember. Sejauh ini sudah ada enam saksi yang sudah dimintai keterangan.

“Berkaitan dengan kasus pembunuhan di Kecamatan Puger, Senin kemarin, kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa, 15 Maret 2022.

Berdasarkan keterangan enam saksi itu, awalnya korban dihadang oleh salah satu pelaku berbadan gemuk sambil membawa celurit dibungkus kain. Korban kemudian diminta keluar dan turun dari mobilnya.

Setelah turun, korban langsung dikeroyok di bagian kepalanya. Karena kekuatan tidak imbang, korban akhirnya lari ke area persawahan dengan maksud menyelamatkan diri. Namun, tiga pelaku lain tetap mengejar korban ke area persawahan. Sementara pria pemegang celurit berdiri di dekat mobil korban.

Sementara korban yang terlibat kejar-kejaran dengan tiga pelaku, akhirnya terjatuh. Korban kemudian dipukul menggunakan sandal oleh tiga pelaku itu. Salah satu dari tiga pelaku yang mengejar korban, menyarankan agar korban langsung dibacok. Saran itu disampaikan kepada pria bertubuh gemuk pemegang celurit.

Pria gemuk itu kemudian membacok korban. Pada bacokan pertama, korban masih sempat berdiri. “Korban masih sempat berdiri, kemudian dibacok lagi oleh pelaku. Hingga akhirnya terkapar,” kata Komang.

Setelah korban terkapar bersimbah darah, empat pelaku itu kemudian meninggalkan korban begitu saja di area persawahan. Warga yang melihat kejadian itu kemudian menolong korban. Awalnya korban masih hidup, namun karena luka yang dideritanya cukup parah akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Hingga saat ini, polisi masih belum bisa memastikan motif dari kasus pembunuhan itu. “Masih kami selidiki dengan memeriksa sejumlah saksi. Kami juga melakukan pendataan dan pendalaman untuk mengarah kepada para pelaku. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkas Komang.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.