Dari Strava, Aktifitas Olahraga Naik 63 Persen  

Strava, aplikasi yang fokus mencatat segala macam aktifitas olahraga kita

[ad_1]

Di penghujung tahun, Strava, aplikasi yang sangat populer di kalangan pecinta olahraga ini merilis data kumulatif selama 2021. Uniknya, di kala pandemi Covid19 yang tak kunjung usai ini, tidak menyurutkan semangat orang untuk berolahraga. Pun dengan adanya perubahan cuaca yang ekstrem, tidak menjauhkan orang dari aktivitas mencari keringat.

Strava melaporkan bahwa aktivitas berolahraga naik 63 persen tahun ini dibandingkan tahun lalu. Tahun ini terekam ada 1,8 miliar aktivitas dari 95 juta pengguna Strava.

Sedangkan di tahun 2020, jumlah aktivitas tercatat 1,1 miliar dan itu pun naik 33 persen dibandingkan tahun 2019 yang merekam 882 juta aktivitas olahraga.  

Tahun ini, Strava menerima member baru sebanyak dua juta orang setiap bulannya. Mayoritas pengguna baru ini adalah perempuan. Dan mereka lebih banyak melakukan indoor training ketika lockdown akibat Covid. Juga banyak yang gowes solo riding.

Hingga hari ini, setelah 12 tahun Strava berdiri, sudah mencatatkan sekitar 6 miliar aktivitas olahraga.

Meskipun angka aktivitas olahraga tahun 2021 meningkat tajam, tetapi terjadi penurunan di aktivitas gowes dan lari. Tahun ini lebih banyak olahraga ski, yoga, panjat gunung, jalan di outdoor.

Uniknya, karena begitu banyak pelari yang join Strava sejak 2020 ini, maka Strava menemukan data bahwa banyak runner yang termotivasi. Sebanyak 1,8 kali jumlah runner mendapatkan PR (personal record) di tahun 2021 ini. Dan mayoritas mereka mencatatkan waktu terbaik ketika berlari jarak jauh.

Salah satu jenis olahraga yang naik signifikan di tahun 2021 ini adalah jalan kaki. Pengguna Strava rutin melakukan jalan kaki selama 2–4 jam per minggu.

Mayoritas dari pejalan kaki itu adalah cyclist yang aktif atau runner yang juga aktif. Jadi mereka melakukan dua aktivitas olahraga.

Ditemukan juga data unik lainnya. Jumlah pelari perempuan lebih banyak 2,4 kali dibandingkan pria yang melakukan aktivitas jalan kaki ini. Lebih dalam lagi, Strava menemukan data bahwa cyclist dan pelari yang melakukan jalan kaki ini 16 persen lebih aktif dalam enam bulan terakhir. Jadi semalas-malasnya kita, sebaiknya tetap berolahraga meskipun hanya jalan kaki.

Strava juga mencatat, meskipun ada perubahan cuaca ekstrem, masih banyak orang yang melakukan olahraga. Contohnya saat curah salju di Spanyol sangat tinggi, aktivitas outdoor berkurang 70 persen. Tetapi aktivitas indoor naik 55 persen.

Hal yang sama juga tercatat di Jepang. Saat ada bencana banjir yang hebat di Nagano itu membuat aktivitas outdoor berkurang 61 persen. Tetapi olahraga indoor naik 56 persen.

Karena tidak bisa melakukan aktivitas olahraga bersama gara-gara pandemi, berbagi foto jadi solusi. Menurut Strava, sebanyak 58 persen penggunanya melakukan posting berbagi foto.

Selain itu, partisipasi online challenge juga naik sebanyak dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Sehingga membuat anggota online club di Strava meningkat 37 persen. Semua ini gara-gara banyak aktivitas olahraga tidak bisa dilakukan di dunia nyata akibat pandemi tak kunjung usai.

Pada akhirnya sepanjang 2021, cyclist seluruh dunia mencatatkan jarak sejauh 10 miliar miles (1 miles = 1,6 km) dengan elevation gain setinggi 480 miliar feet (1 feet = 30 cm). Angka-angka ini naik 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Dari 10 miliar miles itu, sekitar 1,3 miliar milesnya dicatatkan oleh cyclist dari Amerika Serikat. Dan angka ini naik 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk pelari mencatatkan jarak 2,4 miliar miles dan angka ini meningkat 26 persen. Pelari Amerika Serikat mencatatkan jarak 425 juta miles. Dan angka ini naik 9,8 persen dibandingkan tahun lalu.  

“Setiap olahraga akan kami rekam di Strava. Tim kami bekerja keras untuk memberikan platform kepada siapa pun untuk terhubung dengan temannya, mencari tempat baru, set gol untuk dirinya sendiri, membuat klub, dan menantang teman-temannya,” tutur Michael Horvart, CEO Strava.

Meskipun dunia global sedang pandemi, “Kami melihat atlet dari seluruh negara di dunia ini masih tetap konsisten melakukan olahraga sepeda, renang, lari, dan jalan kaki. Total ada 9,6 miliar kudos yang dilayangkan kepada setiap atlit tahun ini,” tutup Michael.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.