Denmark, Satu-satunya Negara di Eropa Bebas dari Pembatasan Covid

  • Bagikan
Sebuah kafe di Ibu Kota Kopenhagen, Denmark, sudah bebas dibuka dan pengunjungnya tidak lagi diharuskan memakai masker. (Foto:Reuters/Al Jazeera)


Denmark telah menjadi satu-satunya negara Eropa yang tidak memberlakukan pembatasan terkait virus corona, karena tingkat vaksin telah mencapai lebih dari 70 persen populasi.  Kini Denmark secara bertahap akan menuju ke masa normal. Mulai Jumat kemarin, kartu digital sebagai sertifikat telah divaksinasi, tidak lagi diperlukan saat memasuki klub malam, atau tempat-tempat lain.

Pemerintah Denmark juga telah membuang vaksin AstraZeneca karena risiko pembekuan darah

“Kami sudah menjalani masa hampir dua tahun yang sulit. Saya memiliki tiga anak dan kami telah menjalani homeschooling dan ini merupakan hari-hari yang sulit,” kata warga Klaus Sylvester. “Sekarang kami bebas karena  tidak lagi dibatasi,” tambahnya

Mulai 1 Agustus lalu, Denmark telah mencabut persyaratan izin kerumunan di museum dan acara dalam ruangan dengan kurang dari 500 orang. Sementara pemakaian masker tidak lagi diperlukan di transportasi umum sejak pertengahan Agustus.

Pada hari Sabtu ini sebuah konser konser akan digelar di Ibu Kota Kopenhagen, ditonton sekitar  50.000 orang, dan tiketnya sudah terjual habis. Ini adalah konser terbuka pertama di seluruh Eropa.

Vaksinasi telah diberikan dengan cepat kepada warga Denmark, dengan 73 persen dari 5,8 juta populasi divaksinasi sepenuhnya, dan 96 persen dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

Denmark menyediakan vaksin dosis ketiga atau booster untuk kelompok rentan pada Kamis lalu, dan Menteri Kesehatan Magnus Heunicke mengatakan vaksin memainkan peran penting dalam membantu negara kembali normal.

“Kehidupan sehari-hari pada dasarnya telah kembali normal, tetapi itu tidak berarti tidak akan ada bahaya di masa depan. Virusnya sudah beberapa kali bermutasi, jadi saya tidak bisa menjamin. Tetapi dengan banyaknya orang yang divaksinasi, kami siap,” kata Magnus Heunicke kepada televisi Denmark, TV2, seperti dikutip Al Jazeera.

Christian Nedergaard, yang memiliki beberapa restoran di Kopenhagen, mengatakan bahwa sementara semua orang senang dengan kembalinya kehidupan normal tetapi situasinya masih nampak rumit. “Ingatan orang akan virus corona memang akan memudar, tetapi tidak untuk semua orang. Untuk usaha restoran, masih periode perubahan, ” katanya. (*)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *