Detik-detik Rumah Ambruk di Tambaksari Surabaya, Kata Saksi Mata

  • Bagikan
Rumah di Tambaksari Selatan yang rubuh (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)


Salah satu rumah di Jalan Tambaksari Selatan, Surabaya, ambruk, pada Rabu, 25 Agustus 2021. Saat kejadian, beberapa tetangga langsung mendatangi lokasi untuk membantu.

Salah satu tetangga, Vivionita, 28 tahun, mengatakan bahwa dirinya menjadi orang pertama yang mengetahui robohnya rumah pertama kali. Dia sempat mendengar suara ambruknya bangunan tersebut. “Saya pertama kali melihat, jam 08.30 WIB, saya habis lewat sini, terus balik lagi ternyata (rumahnya) ambruk,” kata Vivi, kepada Ngopibareng.id, di lokasi.

Melihat hal tersebut, Vivi pun meminta tolong warga lain dan memanggil suaminya yang masih di rumah. Secara bersama pun mereka mendatangi lokasi dan mencoba memberikan pertolongan. “Suami saya yang nolongin, kedengaran suara bruk gitu,” jelasnya.

Sementara itu, warga lain yang mendatangi lokasi, Winarto, 37 tahun, mengatakan, sempat mendengar suara rubuhnya bangunan. Namun ia mengira jika itu suara tukang sampah. “Saya denger suara bruk, tapi saya kira tukang sampah. Tapi mbak Vivi, dia lari-lari minta tolong, saya langsung lari ke sini (lokasi rumah ambruk),” kata Winarto.

Melihat rubuhnya rumah tetangganya itu, Winarto pun berinisiatif masuk ke dalam. Ia berpikiran harus menyelamatkan pemilik bangunan yang kemungkinan tertimpa reruntuhan.

“Saya sama ini (suami Vivi) yang masuk pertama, lewat atas, pakai tangga. Soalnya nggak bisa masuk, pintunya kan didorong tapi terganjal, kaca depan dipecah juga ada barang,” jelasnya.

Saat masuk ke rumah, Winarto melihat seorang nenek yang selamat karena berada di tempat yang tidak rubuh. Sedangkan, dua orang anggota keluarga lainya sudah terkubur reruntuhan. “Yang mbahnya itu di belakang, selamat nggak ketiban. Yang ibuknya ngelindungin anaknya,” ucapnya.

Winarto mengungkapkan, tidak berselang lama beberapa orang petugas sudah datang ke lokasi. Seluruh anggota keluarga pun berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Soetomo. “Yang meninggal ibunya, waktu dievakuasi masih napas, tapi sudah tak mampu jalan. Saya di  sini gak ikut ke rumah sakit. Saya jemput suaminya ke tempat kerjanya di Kalibokor,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolsek Tambaksari, M. Akhyar, membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan mendapatkan laporan bahwa salah satu rumah di Tambaksari Selatan ambruk pada pukul 08.30 WIB. “Tadi sekitar 08.30 WIB, dapat kabar dari anggota ada rumah yang roboh di Jalan Tambaksari Selatan, gang 4 nomor 11,” kata Akhyar, ketika dikonfirmasi.

Rumah tersebut, kata Akhyar, ditinggali oleh Hari Musa, bersama istrinya, Fitri Wulan, 38 tahun, anaknya, Naufal 13 tahun, serta orang tuanya, Marni 57 tahun. Saat peristiwa tersebut terjadi, Hari sudah berangkat bekerja. Sedangkan, tiga anggota keluarga lainya, tengah mengobrol di ruang tamu. “Dihuni empat orang, atas nama Hari Musa, istri Wulan, orang tua Marni, anaknya Noval,” jelasnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *