Di Amsterdam, Anak Gresik Minta Belanda Stop Nyampah ke Indonesia

  • Bagikan
Aeshnina Azzahra Aqilani, siswi SMPN 12 Gresik ini membacakan suratnya dalam forum Plastic Health Summit di Amsterdam Theather, Belanda. (Foto: ist)


Aksi Aeshnina Azzahra Aqilani patut diacungi jempol. Siswi SMPN 12 Gresik ini membacakan suratnya dalam forum Plastic Health Summit di Amsterdam Theather, Kamis 21 Oktober 2021. Di dalamnya ia meminta agar Belanda berhenti membuang sampah ke Indonesia.

Nina Surati PM Belanda

Di forum tersebut, awalnya Nina menyampaikan sejumlah temuannya. Aktivis lingkungan dari River Warrior Indonesia itu menyebut banyak sampah plastik mencemari aliran Sungai Brantas. Ia juga menyebut jika sampah Belanda diekspor hingga ke Desa Bangun, di Mojokerto.

“Saya menemukan sampah plastik dari Belanda di tempat pembuangan sampah di Desa Bangun. Sampah plastik tersebut diselundupkan ke dalam bal kertas yang diimpor oleh pabrik kertas di Indonesia,” tulisnya dalam surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

Dalam siaran pers yang terima Ngopibareng.id, ia juga menyebut sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang juga dijual ke pabrik tahu sebagai bahan bakar. Daur ulang kertas di pabrik kertas juga mencemari Sungai Brantas yang menyediakan air minum bagi 6 juta orang. “Pembakaran plastik dapat melepaskan gas rumah kaca dan racun dioksin, serta menciptakan abu beracun yang mencemari telur ayam di desa,” katanya.

Aeshnina Azzahra Aqilani. (Foto: ist)

Minta Belanda Berhenti Buang Sampah

Dalam forum tersebut, Nina lantas meminta Belanda dan negara di Eropa lainnya tidak menambah beban Indonesia dalam menangani sampah plastik. Menurutnya Indonesia bukanlah tempat pembuangan sampah global dan tidak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan masalah limbahnya sendiri.

“Hanya 30  persen penduduk yang memiliki akses ke sistem pengumpulan sampah dan fasilitas pengolahan sampah yang layak. Tolong hentikan ekspor sampah plastik Anda ke Indonesia dan ambil kembali sampah Anda dari Indonesia,” katanya.

Aktivitas Nina dalam menyuarakan kelestarian bukanlah aksi kemarin sore. Sebelumnya remaja 15 tahun itu juga menyurati Presiden Amerika Serikat Joe Biden melalui Konsulat Jenderal AS di Surabaya pada 25 Maret 2021. Dalam surat itu, ia juga meminta agar AS berhenti mengekspor sampah plastik ke Indonesia. Namun sampai hari ini surat Nina tak juga berbalas.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *