Dicuri Penjajah Inggris, Patung Ayam Milik Nigeria Dikembalikan

  • Bagikan
Patung Ayam  milik kerajaan di Benin, Nigeria. Kampus di Cambridge Inggris dan Museum di Paris, Prancis, mengembalikan sejumlah karya seni yang dirampok saat masa penjajahan di masa lalu. (Foto: Dailymail)


Kampus di Cambridge Inggris dan Museum di Paris, Prancis, mengembalikan sejumlah karya seni yang dirampok saat masa penjajahan di masa lalu. Salah satunya adalah patung perak dari ayam milik Kerajaan Benin di Nigeria saat ini. Patung itu dicuri penjajah Inggris di tahun 1987.

Patung Ayam Nigeria

Patung ayam milik Kerajaan Benin di Nigeria bernama Okukur itu dicuri pasukan Inggris dari Dinasti Eweka, Kerajaan Benin, di Nigeria. Ada ratusan benda bersejarah yang juga dicuri dari kerajaan yang sama.

Tahun 1905, patung ayam itu diserahkan kepada Jesus College di Cambridge, oleh salah satu wali dari mahasiswa. Pada tahun 2019, kampus mengumumkan akan mengembalikan patung bersejarah itu.

Kami berterimakasih pada Jesus College sebagai perintis langkah ini. Kami menunggu untuk pengembalian artefak kami dari berbagai lembaga lain yang kini menyimpannya,” kata Lai Mohammed, Menteri Informasi dan Budaya Nigeria, dikutip dari Dailymail.

Museum Paris

Hal serupa juga dilakukan oleh Museum Paris. Mereka memamerkan untuk terakhir kalinya, 26 artefak milik Benin di Nigeria, sebelum dikembalikan.

Di antaranya adalah patung kayu, juga mahkota dan berbagai benda berharga milik kerajaan di Benin telah dicuri oleh tentara Prancis dari Afrika Barat di abad 19. Pameran akan dilakukan di Musee du quai dari 26 Oktober hingga 31 Oktober

Terkait hal ini, Presiden Emmanuel Macron menyebut bahwa Prancis harus memperbaiki kesalahan di masa lalu. Dalam pidato yang dibacakan tahun 2017 ia juga mengatakan ia tak bisa lagi menyimpan “banyak artefak bersejarah dari budaya Afrika, berada di Prancis”.

‘Prancis sendiri memiliki sedikitnya 90 ribu artefak yang dicuri dari Sahara Afrika. Pengembalian banyak artefak Afrika, di sisi lain dikhawatirkan akan menyebabkan koleksi museum di Paris berkurang banyak. (Dai)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *