Didukung Kiai Jatim, Gus Yahya Jadi Kandidat Kuat Ketua PBNU

  • Bagikan
Katib Am Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: nu for ngopibareng.id)


Jelang Muktamar ke-34, pada 23-25 Desember 2021 mendatang, nama KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengisi ketua umum baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Mayoritas kiai dan pengurus cabang NU di Jawa Timur (Jatim), telah memberikan dukunganya kepada kakak kandung Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas tersebut.

“Sudah pertemuan 35 pengurus cabang, sejauh ini nama yang kuat diusulkan ya Gus Yahya,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, Kamis, 30 September 2021.

Gus Fahrur mengatakan, mayoritas pengurus cabang NU di Jatim menilai Gus Yahya merupakan tokoh yang sudah berpengalaman dan sudah siap memimpin PBNU.

Di sisi lain, kedekatan Gus Yahya dengan Presiden Indonesia ke-4 sekaligus mantan ketua PBNU, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, juga menjadi alasan kenapa dirinya pantas menjadi ketua.

“Karena Gus Yahya itu hari ini kader NU yang sudah berpengalaman, dan dia dikader oleh Gus Dur, mantan Jubir Gus Dur,” jelasnya.

“Beliau lahir di pesantren, lulusan pesantren. Jadi agar NU tidak lepas dari basis, dan dia punya wawasan nasional dan internasional yang luas,” tambah Gus Fahrur.

Gus Fahrur mengungkapkan, pengasuh pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang tersebut sudah mengunjungi sejumlah kiai sepuh yang ada di Jatim. Ia memohon restu sebelum mencalonkan diri. 

“Beliau sudah ke Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, dan Pesantren Lirboyo, Kediri. Sudah diberikan restu,” ucapnya.

Di sana, para kiai sepuh tersebut menitipkan pesan kepada Gus Yahya. Seperti tetap menjaga relasi NU dengan pesantren, cinta Tanah Air dan kebangsaan serta nilai-nilai Islam moderat.

Meski demikian, kata Gus Fahrur, usulan nama Gus Yahya tersebut belum resmi. Pasalnya, pemilihan ketua PBNU baru akan dilaksanakan melalui mekanisme voting saat Muktamar digelar nanti.

“Tapi ini belum keputusan resmi, karena semua haknya ada di pengurus cabang (PCNU), votenya itu di cabang,” tutupnya.

Sebelumnya, PWNU Jatim mengusulkan pelaksanaan Muktamar NU digelar pada tahun 2021 ini. Hal ini berdasar keputusan rapat gabungan syuriah dan tanfidziyah.

Usulan ini juga akan disampaikan agar bisa menjadi keputusan pada Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PBNU yang akan digelar 25 September mendatang. 

“Ini keputusan resmi yang akan diperjuangkan PWNU Jatim pada Konbes dan Munas Alim Ulama 25 September mendatang,” kata Jajaran Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Anwar Iskandar, Rabu, 15 September 2021.

Saat Konbes dan Munas Alim Ulama digelar, kata Kiai Anwar, PWNU Jatim secara resmi akan menyuarakan pelaksanaan Muktamar NU selambat-lambatnya pada bulan Desember 2021 nanti.

Pengasuh pesantren Al Amin Kediri itu beralasan, pelaksanaan Muktamar NU sudah lama molor dari jadwal seharusnya, yakni pada 2020 lalu. Namun karena pandemi Covid-19, akhirnya diundur November 2021 mendatang. 



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *