Dijual sebagai NFT, Meme ‘Friendship Ended with Mudasir’ Laku Rp740 Juta

  • Bagikan


Meme Friendship ended with Mudasir

Asif Raza memasang foto bersama teman baru dan mencoret foto sahabatnya saat mereka bertengkar. Semua foto milik Asif Raza.

Setelah bertengkar hebat dengan sahabat karibnya, Asif Raza terpikir mengumumkan ke semua orang bahwa pertemanan mereka telah berakhir.

Dengan keterampilan edit foto yang ala kadarnya, lelaki yang tinggal di Gujranwala, Pakistan ini membuat gambar yang mengekspresikan isi hatinya. Dia lalu mengunggah karyanya ke Facebook.

Postingan Raza mendadak viral. Foto editan itu seketika berubah menjadi meme ikonik yang tak hanya menggambarkan kandasnya hubungan persahabatan, melainkan juga putus cinta hingga renggangnya hubungan diplomatik dan pergeseran kekuasaan politik. Meme “Friendship Ended with Mudasir” masih tetap diminati di seluruh dunia enam tahun kemudian.

Meme itu kini dilelang 20 ethereum atau setara Rp740 juta sebagai NFT (token yang tidak dapat dipertukarkan) untuk menyambut Hari Persahabatan Dunia. “Friendship Ended with Mudasir” merupakan salah satu meme pertama dari Pakistan yang laku terjual lewat NFT. Pelelangannya diselenggarakan di pasar seni digital Foundation oleh startup Alter yang berbasis di London dan Lahore.

Ketika ditanyakan tentang meme tersebut, Raza mengaku tak pernah menyangka sama sekali postingannya akan tersebar luas. “Saya mengunggahnya murni karena ingin membuat Mudasir jengkel.” 

Mudasir, Muhammad dan Salman dari meme 'Friendship Ended with Mudasir'

Mudasir Ismail dan Asif Raza sudah baikan. Mereka berdua kini mengakui Salman Ahmad Naqash sebagai sahabat.

“Saya tidak pernah terpikir [postingannya] akan viral dan tersebar luas. Banyak media menghubungi kami. Bahkan ada yang membuat versi kartunnya,” tutur Raza. “Orang Polandia sangat menyukainya. Saya menerima tawaran visa Polandia kira-kira dari dua atau tiga orang. Mereka bahkan menulis nama saya di salah satu tembok.”

Raza tampak kesal setengah mati dalam postingan aslinya. Dia menulis, “Saya menyatakan tak lagi bersahabat dengan Mudasir Ismail.” Menurutnya, Ismail sudah berubah. Sang sahabat menjadi “egois” dan “congkak”. Dia lalu mengumumkan “Salman Ahmad Naqash adalah sahabat baru saya”.

Fotonya menampilkan Raza dan Naqash yang berjabatan tangan. Tulisan warna-warni yang berbunyi, “Friendship ended with Mudasir. Now Salman is my best friend” menghiasi hampir seluruh foto. Dua foto Ismail di bagian bawah diberi coretan X besar.

“Saya sudah lupa alasan kami bertengkar. Saat itu, kami mementingkan satu sama lain. Kami akan sakit hati kalau salah satu dari kami punya teman lain. Kami sering berbagi rahasia terdalam satu sama lain,” tutur Ismail.

Kolektor NFT dan pengguna uang kripto mengapresiasi pelelangan ini. Co-founder Alter Zain Naqvi mengungkapkan, kreator digital di Pakistan kesulitan menjajal NFT karena perubahan kebijakan mata uang kripto dan peluang yang terbatas. 

Mudasir dan Asif berjabatan tangan dengan tulisan 'Friendship Regain with Mudasir' dan 'Now Mudasir $ Salman Both are My best Friends'

Raza membuat meme baru setelah dia baikan dengan sahabatnya. Dia berencana menjualnya sebagai NFT.

“Banyak kreator Pakistan yang bikin NFT. Akan tetapi, orang-orang seperti Raza dan temannya tidak bisa memanfaatkan itu, meski mereka sangat terkenal,” ujar Naqvi.

Setelah dipotong biaya platform, sebagian besar pendapatan diserahkan ke Raza dan teman-temannya. Alter hanya menerima sedikit komisi. Raza tertarik melelang meme serupa di masa depan.

Hubungan Raza dan Ismail sudah membaik. Mereka mengakui Naqash sebagai teman dekat mereka. 

Ketiga lelaki itu memiliki kesibukan masing-masing. Naqash adalah seorang model, sedangkan Raza dan Ismail sibuk mengurus rumah tangga mereka masing-masing.

“Saya menikah duluan. Raza mengeluh, ‘Kamu jarang main sama aku’ saat saya menikah. Saya mengatakan tidak ada waktu untuknya,” kata Ismail. Sahabatnya baru menyadari itu setelah menikah. “Raza bilang, ‘Ternyata kamu benar. Tidak ada waktu senggang setelah menikah.’”

Follow Rimal Farrukh di Twitter.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *