Dikejar Massa, Jambret di Jember Kabur Tinggalkan Motor

  • Bagikan
Sepeda motor sarana pelaku diamankan di Polsek Mayang (Foto: Istimewa)


Subaida, 50 tahun, warga Dusun Tegal Gusi, Desa/Kecamatan Mayang, Jember jadi korban penjambretan, Selasa, 30 November 2021 pagi. Akibat kejadian itu sebuah kalung emas raib dibawa kabur penjambret.

Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution menceritakan, aksi penjambretan itu terjadi saat korban sedang menjemur pakaian di halaman depan rumah. Secara tiba-tiba pelaku datang mengendarai sepeda motor mengambil paksa kalung emas yang dipakai korban.

“Saat mengetahui kalungnya dibawa kabur pelaku, korban berteriak meminta tolong. Banyak warga berdatangan membantu mengejar pelaku,” kata Bejul, Selasa, 30 November 2021.

Warga beramai-ramai mengejar pelaku yang kabur mengendarai sepeda motor. Tidak butuh waktu lama warga berhasil mendesak pelaku menuju sebuah gang buntu, tidak jauh dari TKP.

Pelaku yang merasa terancam memilih kabur meninggalkan sepeda motor tanpa nomor polisi di lokasi. Pelaku melombat ke semak-semak menuju sungai Mrawan.

Warga dibantu polisi berusaha mencari pelaku di tepian jurang dekat sungai Mrawan, namun hingga saat ini pelaku masih belum ditemukan. “Saat dikejar pelaku lari dan terjebak di jalan buntu. Kemudian pelaku melompat ke semak-semak dan curam,” jelas Bejul.

Meski berhasil kabur polisi bersama warga sudah mengetahui ciri-ciri pelaku. Pelaku berusia sekitar 40 tahun dengan ciri-ciri kepala botak, tinggi badan 165 centi meter, dan berbadan gemuk. “Saya mengimbau kepada masyarakat yang melihat orang dengan ciri-ciri tersebut agar diamankan dan diserahkan ke Polsek Mayang,” tutur Bejul.

Motor jenis vario tanpa nomor yang dijadikan sarana oleh pelaku diamankan ke Polsek Mayang. Setelah polisi mengecek nomor rangka mesin motor itu, diketahui motor itu milik warga Kecamatan Jenggawah, Jember. Polisi saat ini sudah mengetahui secara detail alamat pemilik sepeda motor itu.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan di Jenggawah terkait kepemilikan sepeda motor yang dipakai sebagai sarana oleh pelaku. Semoga nanti ada titik terang dan pelaku segera tertangkap. Saya juga mengimbau kepada masyarakat yang memakai perhiasan selalu waspada,” pungkas Bejul.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *