Diluar Prediksi, Penumpang ke Bali Via Pelabuhan Ketapang Menurun

Sejumlah kendaraan roda empat yang akan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang. (Foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Prediksi adanya kenaikan penumpang pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan penyeberangan Ketapang meleset. Hingga hari H Natal, tidak ada peningkatan jumlah pengguna jasa di pelabuhan yang menjadi pintu masuk Jawa-Bali ini. Sebaliknya jumlahnya justru menurun dibanding tahun lalu.

“Saya lihat juga masih normal tidak ada antrean, mengalir,” jelas General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Suharto, Sabtu, 25 Desember 2021.

Suharto mengatakan, pihaknya memprediksi kenaikan jumlah penumpang dari Banyuwangi menuju Bali diperkirakan terjadi pada H-2 dan H-1 Natal. Namun hingga hari H Natal penumpang yang menuju ke Bali sama sekali tidak ada lonjakan.

“Ternyata tidak terjadi lonjakan dan bahkan malah lebih rendah dari tahun lalu dengan momen yang sama,” tegasnya.

Sebaliknya, lanjut, Suharto, pad H-2 dan H-1 Natal, terjadi lonjakan penumpang dari arah Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Banyuwangi. Kondisi ini bertolak belakang dengan prediksi yang dikeluarkan pihak ASDP.

“Yang dari Bali kemarin justru ada kenaikan 5 persen di banding tahun lalu,” tegasnya.

Suharto menyebut, prediksi yang dikeluarkan ASDP didasarkan pada kondisi yang sama pada tahun sebelumnya. Sehingga prediksi tahun ini dikeluarkan berdasarkan produksi pada masa libur Natal dan tahun baru tahun 2020 yang juga sama-sama dalam masa pandemi Covid-19.

“Prediksi di sini (Ketapang) yang tinggi tapi yang terjadi sebaliknya,” ujar pria asal Semarang ini.

Untuk persyaratan penyeberangan, lanjutnya, dokumen yang harus dipersiapkan calon pengguna jasa sudah diatur dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 109 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Selama Masa Natal Tahun 2021 Dan Tahun Baru 2022 Pada Masa Pandemi Covid-19.

“Semua pemakai jasa yang menyeberang wajib memiliki vaksin dua kali dan Rapid antigen satu kali 24 jam dengan hasil negatif,” pungkasnya.

Pantauan Ngopibareng.id, kendaraan yang akan menyeberang ke Bali melalu Pelabuhan Penyeberangan Ketapang didominasi kendaraan dari sejumlah kota besar di Jawa seperti kendaraan berplat B dan Plat L.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.