Dipimpin Menantu Bupati, Askab Jember Minta Donasi ke Para Camat

  • Bagikan
Ilustrasi. (Grafis: Fa Vidhi/Ngopibareng.id)


Sejumlah Camat di Kabupaten Jember diundang dalam sebuah pertemuan oleh Asosiasi PSSI Kabupaten (Askab) Jember. Dalam pertemuan yang dilakukan di kantor Rien Collection itu, camat dimintai sumbangan untuk memajukan sepak bola Jember.

Para Camat saat itu hadir ke Rien Collection atas undangan Askab yang dipimpin oleh menantu Bupati Jember Hendy Siswanto, Try Sandi Apriana yang sekaligus anggota Komisi A DPRD Jember.

Pasca pertemuan yang digelar di toko busana milik Bupati Jember Hendy Siswanto itu, sejumlah camat langsung mentransfer uang sebesar Rp1 juta yang ditampung di rekening milik camat Jenggawah, Roni Herman Baza.

“Dalam pertemuan itu tidak semua camat hadir, ada beberapa yang tidak hadir. Dalam pertemuan itu disepakati bersama untuk urunan Rp1 juta. Urunan itu sementara ditampung di rekening saya,” kata Roni dikonfirmasi, Rabu, 27 Oktober 2021 sore.

Menurut Roni, sumbangan Rp1 juta untuk memajukan sepak bola Jember itu merupakan donasi sukarela. Sehingga camat yang mau menyumbang dipersilakan, dan bagi yang tidak juga tidak menjadi persoalan.

Camat yang menyumbang menurut Roni murni karena tergerak untuk membantu memajukan sepak bola di daerahnya. Sebab ada turnamen antar kecamatan. “Sepak bola adalah olahraga yang paling merakyat. Turnamen antar kecamatan sudah berlangsung. Namun karena efek pandemi hanya digelar di lima kecamatan,” tambah Roni.

Roni sekaligus membantah para camat yang diundang dan menyumbang terpaksa karena yang mengundang adalah menantu Bupati Jember. Bahkan menurut Roni, Askab nantinya juga akan meminta donasi kepada para Kepala Desa.

”Iya memang rencananya seperti itu. Tapi kita tidak tahu menahu, karena nanti yang mengumpulkan donasi dari kades adalah Askab sendiri, kita tidak tidak punya kepentingan ke arah itu,” lanjut Roni.

Sementara Ketua Askab Jember, Try Sandi Apriana, saat dikonfirmasi secara terpisah membenarkan adanya penggalangan dana dari para camat. Penggalangan dana itu murni untuk membiayai kegiatan Askab Jember.

“Sumbangan itu didasari keikhlasan untuk memajukan sepak bola Jember. Termasuk ide pengumpulan yang dikoordinir oleh salah satu camat yang hadir dalam pertemuan beberapa waktu lalu. Itu murni ide dari camat sendiri, saya tidak menyarankan,” kata Sandi.

Menurut Sandi, pengumpulan para camat untuk kemajuan sepak bola merupakan bentuk tindak lanjut dari instruksi presiden. Tidak hanya camat, Askab nantinya juga akan mengumpulkan para kades, BUMN, sektor swasta, dan OPD di Kabupaten Jember.

Langkah itu sengaja diambil agar masyarakat bisa bersama-sama turut memajukan sepak bola Jember. Sebab sejauh ini, Askab Jember di bawah kepemimpinan Sandi belum memiliki dana sama sekali.

“Karena tidak ada anggaran dari APBD, Askab tidak memiliki dana sama sekali. Bahkan alat tulis kantor (ATK), kami juga belum punya. Nanti semua akan diminta menjadi donatur, termasuk Pak Bupati juga akan menjadi donatur,” tambah Sandi.

Sandi memastikan sumbangan untuk pengembangan sepak bola Jember tidak harus berbentuk uang. Namun Askab juga mempersilakan masyarakat yang ingin menyumbang dalam bentuk barang, seperti bola atau jaring untuk gawang.

Sejauh ini, Askab di bawah kepemimpinan Sandi belum mendapat bantuan dana yang bersumber dari APBD Jember tahun 2021. Hal itu dikarenakan pengesahan APBD Jember tahun 2021 mengalami keterlambatan.

Selama ini pendanaan kegiatan Askab Jember bergantung dari dana sponsor. Sehingga tiap ada kompetisi harus mendaftar dengan biaya sendiri-sendiri. “Tidak hanya Askab, KONI juga tidak dapat dari APBD Jember 2021. Secara aturan Askab maupun KONI bisa mendapat bantuan dari APBD,” lanjut Sandi.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *