Diteror Pecahan Kaca, Pekan Olah Raga STDI Jember Dihentikan

Ketua STDI Jember, Ustadz Muhammad Arifin Badri (Foto: Istimewa)

[ad_1]

Pekan olah raga Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Jember terpaksa dihentikan, Selasa, 15 Maret 2022. Lomba olah raga tahunan itu dihentikan pasca lapangan pertandingan dilempari pecahan botol minuman keras oleh orang tak dikenal.

Ketua STDI Jember Ustaz Arifin Badri mengatakan, pekan olah raga STDI merupakan program tahunan yang diselenggarakan secara rutin. Pekan olah raga antar perguruan tinggi se-Kabupaten Jember selama ini belum pernah mendapat penolakan dari warga sekitar.

Dalam pekan olah raga itu beberapa cabang olah raga dipertandingkan, beberapa di antaranya futsal dan voli. Namun, dalam pelaksanaan tahun ini, setelah berjalan beberapa hari, tiba-tiba lapangan yang dipakai untuk pertandingan dipenuhi pecahan kaca.

“Tiba-tiba lapangan tempat pertandingan dipenuhi pecahan kaca yang sangat kecil. Pecahan kaca itu baru diketahui Senin, 14 Maret 2022 pagi,” kata Arifin, Selasa, 15 Maret 2022.

Arifin menduga pecahan kaca dari botol bekas minuman keras itu sengaja dilempar oleh orang tak dikenal dengan jarak yang cukup jauh. Sehingga, pecahan kaca itu menyebar hampir setengah lapangan.

Karena kondisi lapangan yang tidak bisa dipakai dan membahayakan, akhirnya pekan olah raga STDI dihentikan sementara. Pihak panitia masih mengupayakan menyewa lapangan lain agar pekan olah raga itu tetap berlanjut.

Pasca pelemparan kaca itu, pihak STDI melakukan penelusuran ke seluruh mahasiswa STDI. Hal itu untuk memastikan apakah ada mahasiswa STDI yang melakukan pelemparan itu. “Kami telusuri ke mahasiswa kami, ternyata tidak satu pun mahasiswa kami yang melakukan pelemparan itu,” tambah Arifin.

Tidak cukup sampai di situ, pihak STDI mencari keterangan kepada sejumlah warga sekitar lapangan voli itu. Ada anak kecil yang mengaku melihat ada salah satu pemuda yang melempar kaca itu ke lapangan.

Arifin curiga, pelemparan pecahan kaca itu merupakan buntut dari oknum warga yang meminta dilibatkan dalam pekan olah raga STDI tahun ini. Mereka ingin menjadi bagian dari tim yang ikut bertanding.

Namun, pihak panitia menolak permintaan warga itu karena pekan olah raga itu pesertanya merupakan perwakilan dari mahasiswa perguruan tinggi se-Kabupaten Jember. Lebih jauh Arifin menilai, pelemparan pecahan kaca itu merupakan salah satu bentuk teror. Karena itu, pihak STDI kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kaliwates.

Sementara Kapolsek Kaliwates Kompol Zaenuri mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari STDI Jember soal pelemparan kaca ke lapangan olah raga. Pasca menerima laporan dari STDI, Unit reskrim Polsek Kaliwates melakukan olah TKP ke lapangan. Polisi juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Saat ini masih proses penyelidikan. Kami lakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mencari pelaku pelemparan pecahan kaca itu,” kata Zaenuri.

Sambil melakukan penyelidikan, proses pertandingan Pos Pekan Olah Raga STDI Jember nantinya akan dikawal polisi. Minimal ada Babinkamtibmas yang datang memantau situasi saat pertandingan berlangsung.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.