Doa Bersama Lintas Agama di Makam Bung Karno Setiap 20 Juni

Doa bersama lintas agama di Haul Bung Karno. Agama Konghucu juga membacakan doa untuk Presiden Pertama Soekarno atau Bung Karno, Minggu 20 Juni 2021. (Foto: Choirul Anam/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar acara tahunan Bulan Bung Karno, satu rangkaian acara yang membingkai peringatan meninggalnya Presiden pertama Indonesia, Soekarno atau Bung Karno. Namun dengan status penyebaran Covid-19 Kota Blitar yang saat ini berada di zona oranye, acara yang digelar harus mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Tri Iman Prasetyono mengatakan, acara tahunan Bulan Bung Karno tahun ini sedianya akan diselenggarakan lebih meriah dibandingkan tahun lalu di awal pandemi Covid-19. “Tapi status Kota Blitar hari ini masih zona oranye,” ujarnya kepada awak media, Minggu 20 Juni 2021.

Khusus hari ini, Pemkab Blitar menggelar doa bersama lintas agama di kompleks makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Doa bersama yang sudah menjadi tradisi tahunan ini melibatkan agama Islam, Hindu, Budha, Kristen, dan Konghuchu.

“Kegiatan doa bersama dalam rangka Haul Bung Karno diawali dengan semaan Alquran dimulai pukul 05.00-09.00 WIB,” jelas Tri Iman Prasetyono.

Sementara itu, pemuka agama Hindu, Budha, dan Khonghucu mendapat kesempatan untuk melaksanakan dona bersama. Sementara itu, umat Kristiani absen di makam Bung Karno. Sebab, pihak gereja memilih untuk menyertakan doa lintas agama Haul Bung Karno ini bersama jemaat di gereja. Ada beberapa gereja yang melaksanakan doa bersama secara tatap muka dengan jumlah terbatas, dan sisanya dilakukan secara online untuk mencegah sebaran Covid-19.

Tri Iman Prasetyono mengatakan, doa lintas agama ini tak hanya dilaksanakan di makam Bung Karno. Kegiatan selamatan juga digelar di Gedung Istana Gebang pada sore hari, pukul 16.00 WIB.

“Kegiatan selametan ini diawali dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil pukul empat sore,” jelasnya.

Menurut Tri Iman Prasetyono, agenda ini sebenarnya menggantikan Malam Seribu Tumpeng yang biasa dilaksanakan menjelang Haul Bung Karno. Namun pandemi Covid-19 membuat rangkaian acara itu ditiadakan.

Kegiatan Haul Bung Karno di masa pandemi Covid-19 ini akan dilanjutkan di kantor Balai Kota Kusuma Wicitro. “Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan secara terbatas dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yakni memakai masker dan menjaga jarak,” sambung Tri Iman Prasetyono.

Ziarah Kubur di Makam Bung Karno

Keesokan harinya, di hari wafatnya Bung Karno, pada Senin 21 Juni besok, akan diselenggarakan ziarah ke Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit. Acara akan akhiri dengan pameran koleksi Bung Karno di Perpustakaan Bung Karno yang terletak di kompleks Makam Bung Karno mulai 28 Juni hingga 3 Juli.

Tri Iman Prasetyono menyatakan, Bulan Bung Karno diselenggarakan pertama kali Juni 2000, namun mulai mendapatkan perhatian penuh Pemkot Blitar dengan acara sebulan penuh sejak 4 tahun lalu.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.