Viral  

Donor Darah di PMI Bojonegoro dapat Bonus Minyak Goreng

Satu minyak goreng kemasan dibawa seorang petugas di Unit Donor Darah PMI Bojonegoro.(Foto: Sujatmiko/ngopibareng.id)


Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro buat terobosan. Jika pendonor darah sebelumnya dapat pengganti kue atau suplemen kini diganti minyak goreng.

Bonus minyak goreng, kebutuhan bahan pokok yang harganya melambung dan langka ini, bagian dari ikhtiar pengurus UUD PMI Bojonegoro. Tujuannya sederhana, warga tertarik mendonorkan darahnya. Maklum stok darah di organisasi nirlaba berpelat merah ini lagi menipis terhitung Sabtu 26 Maret 2022.

Kondisi ini kerap terjadi terutama menjelang bulan Ramadhan. “Iya stok darah di tempat kami menipis,” ujar Ketua UDD PMI Bojonegoro dokter Imam Sutrisno pada ngopibareng.id, Sabtu 26 Maret 2022.

Sebagai tahap awal, UDD PMI Bojonegoro akan memberikan bagi 10 pendonor pertama. Mereka akan dapat masing-masing satu liter minyak goreng. Tetapi, bonus minyak goreng akan ditambah jumlahnya, mulai bulan Ramadhan yang jatuh pada 2 April 2022 mendatang.

Alasannya, karena mendekati Ramadhan, biasanya sepi pendonor. “Moga bonus minyak goreng ada manfaatnya,” imbuh dokter imam.

Merujuk data di UDD PMI Bojonegoro, stok darah yang ada tinggal 146 kantong. Dengan rincian golongan darah A sebanyak 47 kantong, golongan darah B sebanyak 54 kantong, golongan darah O sebanyak 31 kantong dan golongan darah AB sebanyak 14 kantong.

Disebut menipis, lanjut Imam Sutrisno, ukurannya adalah jumlah kebutuhan dan stok darah yang tersedia. Disebut stok normal itu antara 250 kantong hingga 300 kantong darah. Jadi, jika stoknya di bawah angka itu, berarti menipis.

Karena, lanjutnya, rata-rata kebutuhan darah sekitar 100 kantong per harinya atau sekitar 2.500 hingga 3.000 kantong per bulannya.

“Jadi memang cukup tinggi kebutuhan darah di Bojonegoro,” tandas Imam Sutrisno.

Disebut tinggi kebutuhan darah di Bojonegoro, lanjutnya, karena UDD PMI Bojonegoro melayani sedikitnya 8 rumah sakit tipe sedang dan menengah ke atas.

Seperti RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, RS Aisyiyah, RSUD Sumberajo, RSI Muhammadiyah Sumberejo, dan RSUD Padangan. Apalagi, status UDD PMI Bojonegoro itu tipe madya atau menengah. “Jadi soal pelayanan, harus terjaga,” tandasnya.

Guna memenuhi kebutuhan darah yang rata-rata 100 kantong per harinya, pihak UDD PMI Bojonegoro punya sejumlah relawan, juga kelompok masyarakat dan instansi pemerintah.

Jadwal untuk pendonor juga sudah terintegrasi dengan rapi. Misalnya instansi pemerintah yang ingin menggelar donor darah, yaitu TNI/Polri, BUMN dan BUMD atau juga dinas dan badan di Pemerintah Bojonegoro, sudah ada daftarnya.

“Jadwal saatnya donor kami sudah punya,” ujar pengurus UDD PMI Bojonegoro Ali Syafaat pada Ngopibareng.id di kantornya.

Dia menambahkan, dengan menipisnya stok darah diharapkan partisipasi warga untuk berdonor.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *