Dua Humor Aneh! Tulisan di Nisan Politisi, Jaga Aset Pemerintah

Seorang perempuan berziarah di makam Potocari yang berlokasi di Srebenica Bosnia-Herzegovina. (Foto: Ilustrasi)

[ad_1]

Politisi di mata masyarakat selalu tampak aneh. Aneh dan terkarang juga mengejutkan. Bisa dibayangkan, seorang yang menjadi tukang kayu tiba-tiba menjadi kaya setelah beralih “profesi” berpraktik sebagai politikus, menjadi kaya.

Politisi memang selalu aneh di masyarakat. Ingatkah kita ketika seorang yang paham agama dan menjadi politisi di bagian kerohanian, tiba-tiba menjadi penting dalam menjadi “aktor video porno”. Begitu aneh dan lucu!

Ah, kali ini kita tidak bicara soal humor seperti itu. Tapi, dua humor politik ini cukup menyentakkan kesadaran kita. Ya, itung-itung untuk menguatkan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19.

1. Tulisan di Batu Nisan Politisi

Seorang politisi senior, panggil saja Pak Aneh, meninggal. Tentu ini, berita duka yang mengejutkan teman-teman sesama pemain politik. Seorang di antaratemannya meminta pembuat batu nisan untuk menuliskan di batu nisannya, “Di sinilah Aneh, seorang pria jujur, dan seorang politisi.”

Pembuat batu nisan bersikeras mengatakan, prasasti seperti itu akan membingungkan. Karena orang yang lewat cenderung berpikir bahwa tiga orang terkubur di bawah nisan itu.

Namun dia menyarankan alternatif:

Dia akan menulis, “Di sinilah seorang pria yang jujur yang merupakan seorang politisi.”

Dengan begitu, setiap kali seseorang berjalan melewati batu nisan dan membacanya, mereka pasti akan berkomentar: “Itu Aneh”!

2. Menjaga Aset Pemerintah

Sekali waktu pemerintah memiliki aset di lahan kosong di area terpencil di daerah terpencil. Pejabat mengatakan seseorang mungkin mencuri darinya di malam hari. jadi mereka merektur penjaga malam, mempekerjakan seseorang untuk pekerjaan itu.

Kemudian Sang Pejabat berkata, “Bagaimana penjaga melakukan pekerjaannya tanpa instruksi?”

Jadi mereka membuat posisi perencanaan dan mempekerjakan dua orang, satu orang untuk menulis SOP, dan satu orang untuk melakukan studi terhadap instruksi tersebut.

Kemudian Pejabat berkata, “Bagaimana kita tahu bahwa penjaga malam melakukan tugas dengan benar?”

Jadi mereka menciptakan posisi pengawas dan mempekerjakan dua orang, satu untuk melakukan pengawasan dan satu orang untuk menulis laporan.

Kemudian Pejabat berkata, “Bagaimana orang-orang ini akan dibayar?”

Jadi mereka menciptakan posisi berikut dan mempekerjakan dua orang yaitu pencatat absen, dan petugas penggajian.

Kemudian Pejabat berkata, “Siapa yang akan bertanggung jawab atas semua orang ini?”

Jadi mereka membuat posisi administratif dan mempekerjakan tiga orang, admin, asisten admin, dan sekretaris.

Kemudian Pejabat berkata, “Kita telah menjalankan perintah ini selama satu tahun dan anggaran kita melebihi Rp2 milyar, kita harus mengurangi biaya keseluruhan.”

Jadi mereka memberhentikan penjaga malam.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.