Dua Motor di Mojokerto Adu Moncong, Satu Tewas di Lokasi

  • Bagikan
Korban meninggal di lokasi sebelum dievakuasi polisi dan relawan.(Foto: Istimewa)


Tabrakan antara sepeda motor Honda Vario nopol S 5492 ZE dan motor Honda Supra dengan nopol W 3930 RF, terjadi di Jalan Raya Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, pada Sabtu 25 September 2021 malam sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam kecelakaan itu seorang pemotor tewas di lokasi kejadian.

Korban yang meninggal dengan luka cukup parah di bagian kepala dan tubuhnya itu adalah pengendara sepeda motor Honda Supra, yaitu Risalatul Aminin, 54 tahun, warga Dusun Jogodayoh RT 10 RW 03 Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto.

“Satu korban meninggal di lokasi,” kata Kanit Lakalantas Polres Mojokerto, Ipda Wihandoko, Minggu, 26 September 2021.

Sementara dua korban lainnya adalah Aris Susanto 26 tahun mengalami patah kaki sebelah kanan dan Sudarmaji 37 tahun mengalami observasi. Keduanya adalah warga Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Saat ini sedang menjalani perawatan di RS Sidowaras, Bangsal.

Menurut Wihandoko, kecelakaan yang terjadi pada malam minggu itu bermula saat kendaraan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Aris Susanto dengan membonceng Sudarmaji melaju kencang dari arah timur ke barat. Setiba di lokasi kejadian, pemotor ini menyalip kendaraan lain yang ada di depannya.

“Terlalu mengambil haluan ke kanan, pemotor ini melewati marka jalan,” tegas Wihandoko.

Bersamaan dengan itu, dari arah barat ke timur meluncur kendaraan sepeda motor Honda Supra yang dikendarai Risalatul Aminin. “Kedua motor ini sudah saling dekat. Sehingga keduanya saling bertabrakan (adu moncong),” ujar Wihandoko.

Dalam tabrakan itu, kedua pemotor terpental dan jatuh ke jalan aspal. Risatul Aminin tewas di lokasi kejadian dengan luka cukup parah di bagian kepala dan tubuhnya. Sedangkan Aris Susanto dan Sudarmaji mengalami luka yang cukup parah, sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Wihandoko menyebut kecelakaan itu diduga akibat pengendara Honda Vario yang kurang mengantisipasi situasi dan kondisi arus lalin di depannya. Sebab, di lokasi kejadian kondisi jalan bagus, saat kejadian cuaca juga cerah.

“Melanggar marka jalan dan melaju dengan kecepatan tinggi. Kami lakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan,” tandasnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *