Dunia Itu Tempat Repot, Lho! Ini Penjelasan Khazanah Pesantren

  • Bagikan
Ilustrasi, lentera kehidupan.


Apapun pilihan hidup di dunia tidak ada yang bisa menghindari repot. Memilih Istiqomah dalam ketaatan pasti direpotkan dengan ibadah.

“Memilih memperturutkan hawa nafsu juga repot dengan berbagai dosa dan kemaksiatan,” ujar Ust Keman Almaarif dalam tausiyahnya.

Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang paling repot dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala (Swt). Tetapi manusia yang selalu dalam ketaatan kepada Allah tidak merasa repot, jika ketaatan tersebut dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas justeru akan terasa nikmat.

Sesenang apapun di dunia sifatnya sementara tidak ada yang abadi.

Hanya Surga Kebahagiaan Abadi

Karena hanya di Surga kesenangan yang abadi.

في الجنه : حب بلا فراق

Cinta tanpa perpisahan hanya ada di Surga

في الجنه : فرح بلا أحزان

Kesenangan tanpa kesedihan hanya ada di Surga

في الجنه : لا تعب ولا شقاء

Tiada letih dan tiada kerugian hanya ada di Surga

Kesengsaraan Abadi Hanya di Neraka

Sebaliknya sesengsara apapun di dunia ini juga sementara tidak selamanya, karena sengsara yang abadi hanya ada di Neraka.

كل نعيم زائل إلا نعيم أهل الجنة،

“Setiap kenikmatan (kebahagiaan) itu, pasti akan berlalu, kecuali kenikmatan ( yang telah dirasakan oleh ) penduduk Surga.

وكل غم زائل إلا غم أهل النار

Dan setiap kesedihan (duka cita) itu akan berlalu, kecuali kesedihan ( yang dirasakan oleh ) penduduk Neraka “

Demikian ungkapan Al-Hasan Al-Bashri, dalam Kitab Al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilmi (hal : 1591).

Pesan Suci Imam Ibnul Qoyyim

إذا تعب العبد قليلا استراح طويلا،

Jika seorang hamba mau berletih sebentar ( beribadah ), maka dia pun akan bisa beristirahat panjang,

وإذا تحمل مشقة الصبر ساعة قاده لحياة الأبد،

apabila dia mau untuk memikul beratnya kesabaran ( beribadah ) sebentar, maka hal tersebut akan mengantarkannya menuju kesenangan abadi,

وكل ما فيه أهل النعيم المقيم فهو ثمرة صبر ساعة.

Semua yang dinikmati oleh orang-orang yang mendapatkan kenikmatan abadi adalah buah dari kesabaran sesaat (di dunia) “

Imam Ibnul Qayyim menyampaikan pesan dalam Kitab Miftaah Daaris Sa’aadah II / 895.

“Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu giat ikhlas beribadah, semoga kita semua menjadi ahli Surga. Amin….!!!”

Demikian Ust Keman Almaarif memberi tausiyah paginya. Semoga bermanfaat.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *