Elon Musk Diajak Berkelahi Pemimpin Muslim Chechya yang Setia Pada Putin

[ad_1]

Elon Musk Diajak Berkelahi Pemimpin Muslim Chechya Ramzan Kadyrov Pendukung Utama Putin

Elon Musk [kiri] foto oleh Hannibal Hanschke-Pool/Getty Image. Ramzan Kadyrov Photo by Mikhail Svetlov/Getty Images

Elon Musk nampak galau, setelah mantan kekasihnya Grimes dikabarkan punya pacar baru. Dia makin sering meracau di Twitter, termasuk menantang duel Presiden Rusia Vladimir Putin pada 14 Maret lalu, yang dia niatkan demi mengakhiri konflik di Ukraina.

Masalahnya, cuitan iseng Elon Musk tersebut ternyata direspons bukan oleh Kremlin, melainkan salah satu panglima tempur Putin yang paling setia.

Ramzan Kadyrov, pemimpin Negara Bagian Chechnya, menantang balik Elon lewat channel Telegram. Kadyrov merupakan pemimpin wilayah Rusia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dikenal sebagai diktator lokal bertangan besi, serta sejak akhir bulan lalu mengirim pasukan khusus ke Ukraina dengan satu misi: membunuh Presiden Volodymyr Zelenskyy.

“Anda jangan merasa setara atau malah merasa bisa mengalahkan Putin,” ujar Kadyrov. “Putin bisa terkesan bukan sosok yang jantan, karena menghajar orang sepertimu terlalu gampang Elon Musk.”

Respons sang pemimpin Chechnya itu dibagikan ulang oleh Elon Musk di Twitter, tentu untuk menggalang dukungan dari fansnya. Oh, ada yang absurd: Kadyrov menyebut Elon sebagai “Elona” dalam pesan di Telegram, secara tidak langsung menyindir bos Tesla dan SpaceX itu sebagai cowok yang tidak macho.

Kadyrov menawarkan Elon datang ke Chechnya untuk melatih diri, dengan cara rutin berkelahi dengannya dulu. Tak hanya itu, Kadyrov membikinkan jadwal bagi Elon Musk untuk menjalani latihan dasar bela diri bersama pasukan khusus Cechnya, hingga sasana tarung bebas Akhmat yang sering didatangi sang diktator.

“Sekembalinya dari latihan di Republik Chechen, kamu akan jadi sosok yang sepenuhnya berbeda Elona,” demikian tulis Kadyrov.

Problem dari “twitwar” cuma satu: dua-duanya adalah shitposter handal. Elon Musk memang secara terbuka mendukung Ukraina, tapi dia berkepentingan menjalankan bisnis penyaluran akses internet ke wilayah konflik lewat proyek Starlink. Sementara Kadyrov sendiri juga dikenal sebagai seleb online, lewat video-video propaganda di Instagram (yang kini sudah terblokir) dan Telegram. Kadyrov rutin mengesankan diri sebagai cowok ultramacho, mengikuti contoh dari tuannya Putin, yang pernah berfoto telanjang dada sambil naik kuda menikmati alam bebas Rusia.

Di balik citra macho itu, Kadyrov adalah penguasa mutlak wilayah Chechnya, yang rutin membungkam oposisi serta mempersekusi minoritas, termasuk anggota komunitas LGBTQ. Beberapa wartawan yang aktif memberitakan korupsi serta pelanggaran HAM di Chechnya terpaksa melarikan diri ke luar negeri, karena Kadyrov mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi mereka.

Elon Musk sendiri tampaknya tidak berniat serius berantem dengan Kadyrov. Dia menempatkan perang kata-kata ini sebagai twitwar biasa, sempat mengganti nama Twitternya jadi Elona, lalu balik menuduh Putin tidak berani berkelahi tangan kosong dengannya. Hanya saja, kita tidak pernah bisa memahami manuver apa yang akan dilakukan orang seberbahaya Kadyrov.

Orang terkaya di dunia itu, sadar atau tidak, mulai bermain-main api dengan salah satu diktator terburuk di muka Bumi.

[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.