Empat Amalan Bulan Dzulhijjah Menuju Idul Adha, Begini Indahnya

  • Bagikan
Masjid Ibrahim di Hebron, Tepi Barat. (Foto: Travellers)


Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan amalan yang dianjurkan untuk umat muslim. Antara lain, amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah yakni ibadah haji dan kurban bagi yang mampu melakukannya.

Para ulama mengatakan apabila bulan yang dapat menandingi keutamaan bulan Ramadan yakni bulan Dzulhijjah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al Fajr ayat 1-3:

Al-Quran Surat Al-Fajr

“Demi fajar dan malam yang sepuluh, dan demi yang genap dan yang ganjil”.

Di sinilah para ulama berpendapat menentukan 10 malam yang dimaksud Allah Subhanahu wa ta’ala (Swt) dalam ayat tersebut adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, 10 malam terakhir bulan Ramadan, dan 10 hari pertama bulan Al Muharram.

Jelang Idul Adha

Menjelang Idul Adha dan bulan Dzulhijjah, umat Islam wajib bersiap-siap untuk melakukan anjuran amalan yang terdapat pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

1. Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Di dalam bulan Dzulhijjah umat Muslim disunnahkan untuk melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah bagi mereka yang tidak melakukan ibadah haji.

Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah dapat menggugurkan dosa-dosa selama dua tahun dan lebih baik daripada pahala puasa Asyura pada 10 Al Muharram, sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasaa’i)

2. Menyembelih Hewan Kurban, terbanyak di bulan Dzulhijjah.

Selain sebagai bulan haji, bulan Dzulhijjah merupakan hari kurban yang mana banyak hewan kurban disembelih pada bulan ini, sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Sebaik-baik pelaksanaan haji adalah yang paling banyak bertalbiyah dan yang paling banyak berhadyu (menyembelih hewan sebagai hadiah untuk fuqara’ Makkah -pen).” (HR. Abu Ya’la, An Nasaa’i, Al Haakim, dan Al Baihaqi).

3. Sebagai bulan muktamar atau pertemuan umat Islam dari seluruh dunia.

Pada hari Arafah yakni 9 Dzulhijjah, umat islam datah dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakn haji yang berkumpul di pada arafah demi melakukan prosesi puncak manasik haji, yakni wukuf di Arafah.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari adzab neraka daripada hari ‘Arafah. Sesungguhnya Dia (pada hari itu) mendekat, kemudian menbangga-banggakan mereka (para jamaah Haji) di hadapan para Malaikat.” Lalu Dia bertanya,”Apa yang diinginkan oleh para jamaah Haji itu?” (HR. Muslim).

4. Salat Hari Idul Adha.

Setiap tahun umat Muslim merayakan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, hari besar dalam islam yakni peringatan kurban meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Umat Muslim akan melakukan ibadah sholat Idul Adha lalu diikuti dengan penyembelihan hewan kurban serta memperbanyak takbir.

Selain keutamaannya, berikut ini amalan-amalan dalam 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, dirangkum dari berbagai sumber.

Pertama adalah Dzikir. Allah berfirman: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…” (Qs. Al Hajj: 28).

Berdzikir diutamakan pada hari 10 pertama bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid.

Demikian semoga bermanfaat.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *