Facebook Malah Dihujani Kritik Usai Ganti Nama, Ini Sebabnya

  • Bagikan
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan telah mengganti nama perusahaannya menjadi Meta. (Foto: ist)


Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan telah mengganti nama perusahaannya menjadi Meta. Namun langkah tersebut banyak menuai kritik dari anggota parlemen di Amerika Serikat. Sebagian besar kritik menyebut upaya Facebook mengubah nama perusahaan tak akan menghapus hal buruk yang masih berlangsung.

Kankernya Demokrasi

Kritik datang dari anggota parlemen Partai Demokrat, Alexandria Ocasio Cortez. Lewat cuitannya, ia menyebut nama baru Facebook, Meta, tak ubahnya dengan kanker ganas yang sudah menyerang banyak organ dalam tubuh demokrasi.

“Meta, seperti level metastase kanker dalam demokrasi, menjadi perusahaan mata-mata gobal dan mesin propaganda untuk mendorong rezim otoriter dan menghancurkan masyarakat sipil, demi keuntungan,” cuitnya.

Cuitan itu muncul untuk merespon unggahan pengumuman nama perusahaan Facebook yang berganti menjadi Meta.

Ocasio Cortez bukanlah satu-satunya anggota parlemen yang melempar kritik pada Facebook. Senator Masrha Blackburn dari Republikan menyebut jika upaya Facebook ganti nama tak akan menghapus berbagai hal buruk yang telah dilakukan Facebook.

Sedangkan Senator Elizabet Warren yang vokal terkait isu monopoli dalam perusahaan IT raksasa mencuit jika upaya ganti nama Facebook menjadi Meta tak akan mengubah fakta yang ada. “Mereka melakukan monopoli, menghancurkan kompetisi. Dan mereka menolak mengontrol penyebaran misinformasi serta konten berbahaya di aplikasi mereka. Kita harus memecah Facebook,” cuitnya.

Skandal Facebook

Diketahui, Facebook banyak diterpa skandal, salah satunya adalah skandal dalam Pilpres Donald Trump tahun 2016 silam. Facebook juga banyak dikritik akibat dominasinya terhadap pasar aplikasi media sosial serta agresifnya mengakuisisi aplikasi serupa. Diketahui, Facebook yang kini berganti nama menjadi Meta, memiliki Whatsapp, Instagram, dan juga Facebook.

Awal bulan ini, artikel yang diterbitkan Wallstreet Journal yang bersumber dari Frances Haugen, banyak mengejutkan publik. Mantan pekerja Facebook itu juga bersaksi di depan para senat dan menekankan praktik yang dilakukan Instagram membahayakan bagi anak-anak dan remaja.

Pengakuan ini juga memantik perdebatan tentang pentingnya regulasi yang diberikan kepada Facebook, dilansir dari The Verge. (Ver)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *