Filosofi Baju Adat Tanah Bumbu Dipakai Jokowi Inspektur Upacara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi  inspektur upacara (Irup) Peringatan Hari Lahir Pancasila mengenakan baju adat dari Kabupaten Tanah Bumbu, salah satu daerah di Kalimantan Selatan. (Foto: Setpres)

[ad_1]

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi inspektur upacara (Irup) Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor dan halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri Jakarta, Selasa 1 Juni 2021. Jokowi mengenakan baju adat dari Kabupaten Tanah Bumbu, salah satu daerah di Kalimantan Selatan.

Upacara digelar secara hybrid di mana Jokowi menjadi inspektur upacara di Istana Kepresidenan Bogor dan upacaranya sendiri digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta. Upacara ini juga diikuti sejumlah anggota TNI, Polri, Tenaga Kesehatan dan para pelajar. Sederet menteri Kabinet Indonesia Maju pun turut hadir secara virtual.

Dikutip Ngopibareng.id dari Youtube Sekretariat Presiden (BPIP), upacara Hari Lahir Pancasila dimulai sekitar pukul 07.50 WIB. Jokowi berpakaian nuansa hitam dengan ornamen emas serta kain tenun bewarna hijau sebagai penutup kepala itu juga pernah dipakai Jokowi pada HUT Kemerdekaan ke-72 RI.

Filosofi Baju Adat Tanah Bumbu

Baju adat Tanah Bumbu Bugis Pagatan ini ciri khasnya adalah penggunaan kain tenun Pagatan. Kain ini dipakai sebagai sarung dan juga laung atau penutup kepala. Adapun makna sarung yang dipakai dalam baju adat ini adalah sebagai simbol manusia yang terampil dan pekerja keras. Simbol Laung sebagai kewibawaan dan keperkasaan. Sementara bagian dalam baju disebut teluk balana yang menjadi simbol baju nusantara yang agamis.

Sedangkan baju bagian luar dinamakan cekak musang tanpa kancing yang memiliki arti tingginya budi pekerti dan selalu menghargai perbedaan. Celana panjang dan ikat pinggang yang dipakai pun memiliki arti. Untuk celana menjadi simbol kesetiaan, dan ikat pinggang kain mewakili simbol kesederhanaan.

Sebagai pelengkap ada bunga atau kembang emas di dada bagian kiri sebagai simbol pemimpin yang bijaksana.

Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila

Upacara Hari Lahir pancasila dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang bertugas membacakan teks UUD dan Pancasila juga tampak mengenakan pakaian adat.

Dalam pidatonya, Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk benar-benar memanfaatkan Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Meskipun Pancasila sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat, akan tetapi tantangan dari hari ke hari dianggapnya tidak semakin ringan.

“Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan, yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menilai kalau pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara yang biasa. Menurutnya mesti ada cara-cara anyar supaya pendalaman terhadap nilai Pancasila bisa dilakukan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0 dan sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, tanggal 1 Juni resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional Lahirnya Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo. Jokowi menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka, Bandung pada 1 Juni 2016.

Dalam upacara pada Selasa pagi, turut hadir pula Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengenakan pakaian khas tanah Melayu bernuansa hijau, lalu Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattaliti, Ketua MA Muhammad Syarifuddin, Ketua MK Anwar Usman, Ketua KY Mukti Fajar, Ketua BPK Agung Firman Sampurna yang hadir secara daring.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.