Gelar Rakor, Khofifah Imbau Kepala Daerah Antisipasi Libur Nataru

  • Bagikan
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, saat menggelar rakor di Convention Hall Grand City Surabaya. (Foto: Dok. Humas Pemprov Jatim)


Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar setiap kepala daerah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut diungkapkan Khofifah, saat menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama para bupati dan wali kota seluru Jatim, di Covention Hall Grand City, Senin, 15 November 2021, malam.

Khofifah mengatakan, setiap kepala daerah harus memaksimalkan perlindungan masyarakat akan penyebaran Covid-19, selama libur Nataru pada Desember 2021-Januari 2022.

“Nataru harus diantisipasi, maka perlindungan  dan keselamatan masyarakat harus dimaksimalkan,” kata Khofifah, saat melakukan rakor dengan para kepala daerah seluruh Jatim.

Salah satunya, kata Khofifah, mengantisipasi adanya ledakan pengunjung di berbagai tempat wisata yang kerap menjadi tujuan masyarakat selama liburan, seperti Batu, Banyuwangi, hingga Lamongan.

“Ada liburan Nataru yang harus diantisipasi bersama, titik-titik wisata, seperti di Batu, Banyuwangi, dan titik lainnya seperti Lamongan mohon semua mengantisipasi dari berbagai lini,” jelasnya.

Khofifah mengungkapkan, pendekatan kultural bisa menjadi opsi bagi kepala daerah untuk mengingatkan masyarakat pentingnya mewaspadai penyebaran Covid-19 selama libur Nataru.

Pendekatan kultural tersebut, kata dia, pasti berbeda di tiap wilayah, mengingat budaya masyarakat yang juga beda dengan lainya. Dengan demikian, ia berharap para kepala daerah memahami hal itu.

“Bisa dengan pendekatan kultural serta kearifan lokal lainnya. Saya rasa seluruh kepala daerah pasti paham dan memiliki caranya tersendiri dalam melakukan upaya akseleratif yang inovatif tersebut,” ucapnya.

Oleh karena itu, Khofifah berharap agar bupati dan walikota mengantisipasi mobilitas masyarakat selama libur Nataru. Agar kerja keras untuk menurunkan Covid-19 tidak berakhir sia-sia. 

“Semua Pemda dan jajarannya telah bekerja keras dalam memulihkan berbagai sektor di Jatim. Dengan ini semua ikhtiar yang kita lakukan Insya Allah komprehensif,” tutupnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *