Gurih Pedas Khas Nasi Bakar Mamong Bondowoso bikin Ketagihan

Nasi Bakar Mamong berbentuk kerucut, makanan khas Bondowoso dengan rasa gurih pedas membuat siapa saja tidak bisa melawatkan dan menjadi ketagihan. (Foto: Istimewa).

[ad_1]

Bagi penikmat kuliner bercitarasa pedas, rasanya kurang lengkap jika belum mencicipi makanan khas daerah Bondowoso, Jawa Timur. Menu tersebut adalah nasi bakar Mamong. Kelezatan nasi bakar Mamong terbungkus daun pisang berbentuk kerucut atau tumpeng, ini tidak diragukan lagi. Kuliner gurih dan pedas, ini cocok dinikmati sebagai menu makan sore hari di rumah, pada saat pemberlakuan PPKM darurat Covid-19.

Nasi bakar Mamong juga menu kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Bondowoso.  Selain nasinya gurih, aroma dan citarasa pedas dengan dibungkus daun pisang yang dibakar, membuat siapa saka tidak akan melewatkannya.

Mamong sendiri berasal dari Bahasa Madura artinya bingung dan termangu. Sehingga, orang yang menyantap nasi bakar Mamong dijamin pasti bingung dan termangu, karena enaknya hingga ketagihan.

Tidak sulit mendapatkan nasi bakar Mamong. Sejumlah warung makan dan PKL di kawasan Kota Tape menjual menu makanan yang sudah ada sejak turun temurun ini. Bahkan, kini nasi bakar Mamong diolah dengan berbagai variasi isian untuk menambah citarasa. Di antaranya, dengan menambah suwiran daging ayam atau daging sapi, ikan teri, dan lainnya.

Rifka, seorang penjual Nsi Bakar Mamong di kawasan Tamansari Kecamatan Kota Bondowoso. (foto: istimewa)
Rifka, seorang penjual Nsi Bakar Mamong di kawasan Tamansari Kecamatan Kota Bondowoso. (foto: istimewa)

Tak heran, nasi bakar Mamong memiliki citarasa dan keunikan tersendiri. Perpaduan rasa gurih, pedas, serta lezat sangat kental . Ditambah lagi, aroma wangi khas daun pisang sebagai pembungkus nasi bakar Mamongyang dibakar terasa sekali.

“Nasi bakar Mamong ini sebenarnya menu turun temurun. Dulu orang bepergian biasanya berbekal nasi untuk makan di perjalanan. Dari situ, akhirnya muncul nasi bakar Mamong hingga sekarang,” kata Rifka, pemilik warung penjual nasi bakar Mamong, Jumat, 9 Juli 2021.

Berbekal resep kuno tersebut, perempuan 49 tahun itu kemudian berkreasi mengembangkan nasi bakar Mamong dengan menyesuaikan lidah masyarakat kekinian. Jika dulu, varian isinya, hanya  daun singkong, lauk seadanya dan sambal, kini banyak macam variasinya.

”Nasi Bakar Mamong sekarang variasi isinya bermacam-macam. Ada daun singkong, ikan teri, suwiran daging ayam atau daging sapi, dan sayuran. Yang pasti harus ada sambal,” jelasnya.

Permintaan nasi bakar Mamong tetap stabil. Baik pandemi Covid-19 maupun saat PPKM Darurat seperti sekarang, ini nasi bakar Mamong tetap dicari masyarakat. Harganya terjangkau sekitar Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per bungkus, juga rasanya menggoyang lidah.

Selain itu, sangat cocok menjadi santapan sore hari di rumah pada saat PPKM Darurat seperti saat ini. ”Porsi nasi bakar Mamong sangat pas untuk perut. Rasanya juga bikin kita ketagihan,” kata Christian Urip, warga Bondowoso.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.