Gus Ipul Hapus Stigma Negatif Rumah Karantina Kota Pasuruan

Pemeriksaan kondisi pasien yang karantina di Hotel Semeru Kota Pasuruan. (Foto: Laily/Ngopibareng.id)

[ad_1]

Stigma rumah karantina covid-19 menakutkan berhasil dihapus Pemerintah Kota Pasuruan dengan pendekatan persuasif. Model pendekatan humanis melibatkan berbagai pihak itu sukses menghilangkan kesan buruk rumah karantina.

Awalnya, banyak warga yang menolak untuk dijemput menuju rumah karantina. Apalagi saat rumah karantina masih berada di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan, banyak suara sumbang atas kondisi rumah karantina.

Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menginstruksikan perbaikan pelayanan rumah karantina termasuk relokasi tempat. Hotel Semeru Park Kota Pasuruan kemudian dipilih sebagai lokasi rumah karantina.

“Awalnya saya tidak mau dijemput. Karena kabar-kabar di luar kondisi rumah karantina itu tidak enak, makanannya tidak layak,” ujar SA salah satu pasien di rumah karantina Kota Pasuruan.

Namun, begitu menjalani karantina di lokasi baru yakni Hotel Semeru Park, bayangan itu musnah. Banyak pasien mengatakan pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan dan pihak hotel sangat memuaskan.

“Agenda kami teratur. Tim kesehatannya perhatian dan telaten, sehingga kami enak kalau mau menyampaikan keluhan,” ujar Yuni pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, tekad untuk memberikan pelayanan maksimal bagi warga yang sedang dikarantina menjadi fokus program pemerintahan.

Menurut Gus Ipul, kondisi tempat karantina dan pelayanan jelas berpengaruh pada psikis pasien.

“Saya instruksikan agar pelayanan maksimal dan humanis. Jangan sampai warga yang sedang dirawat semakin drop kondisinya,” kata Gus Ipul.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Pasuruan saat ini ada sekitar 102 orang pasien yang menjalani karantina di Hotel Semeru Park. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengatakan, pasien karantina ada jadwal rutin untuk membantu memulihkan imun tubuh. Selain itu makanan yang diberikan juga harus sesuai standar kesehatan.

“Pagi ada senam bersama. Agendanya sudah terjadwal, termasuk makan dan konsumsi obatnya. Pelayanan juga kami berikan maksimal agar pasien tidak merasa takut dan tidak nyaman saat dikarantina,” ujar Shierly

Apresiasi pelayanan pasien karantina juga disampaikan Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera (F-KS) H. R. Imam Joko S.N. Menurut Imam, fraksi dan partainya memang menginginkan agar pelayanan pada warga yang dikarantina diberikan maksimal.

“Kami sampaikan terima kasih atas respon pelayanan Pemkot Pasuruan pada warga kami yang sedang menjalani karantina. Pelayanannya sekarang sangat bagus dan memuaskan,” ujarnya.



[ad_2]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.